11 Bayi Dievakuasi dari Sebuah Rumah di Pakem Sleman, 3 Sakit
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Ilustrasi sapi/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Komisi B DRPD Kabupaten Bantul yang membidangi ketahanan pangan dan pertanian tanggapi ratusan sapi di Bantul yang terpapar Lumpy Skin Disease (LSD).
Sekretaris Komisi B DPRD Bantul, Arif Haryanto mengatakan bahwa jawatannya belum mendapat laporan terkait penambahan jumlah sapi yang terpapar LSD. “Kami malah belum tahu, karena belum ada laporan. Terakhir itu yang saya tahu baru ada 40 sapi yang terpapar LSD,” kata Arif dihubungi pada Selasa (1/3/2023).
Arif mengatakan bahwa penanganan tersebut harus segera dilakukan dengan melakukan pendataan sapi yang terpapar. Katanya, Komisi B selalu mendorong penanganan dengan cepat agar LSD tersebut tidak menyebar luas.
BACA JUGA : Duh, Ratusan Sapi di Bantul Terpapar Penyakit Lato-Lato
“Itu kalau tidak segera diantisipasi, takutnya bisa jadi seperti yang dulu [penyebaran Penyakit Mulut Kuku]. Maka dari itu perlu adanya pembatasan interaksi, pendataan valid. Satu-satunya untuk membetengi hewan ternak dari LSD ya vaksin itu,” ucapnya.
Lebih jauh, Arif menjelaskan bahwa penanganan LSD tersebut dapat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Hanya saja ada indikator yang harus dicapai untuk menggunakan BTT tersebut seperti cakupan paparan LSD.
“Dulu itu bisa pakai BTT, namun kalau BTT kan harus lewat Peraturan Bupati dengan indikator memang masif kejangkitannya atau merebaknya LSD. Kalau PMK dulu kan masif, karena itu ada BTT dulu itu tapi untuk operasional saja,” lanjutnya.
Arif juga memberikan tanggapan terkait tindakan membeli hewan ternak yang langsung dicampur satu kandang dengan hewan ternak sehat lain. Padahal kata Arif, hal tersebut dapat menyebabkan penularan penyakit tidak terduga yang dibawa seperti LSD.
“Penanganannya seperti Covid-19 lah, harus ada isolasi dulu. Jadi tidak boleh langsung dicampur,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Ternak Sidodadi, Krajan, Poncosari, Srandakan, Parjiman mengatakan bahwa hingga sekarang kelompok ternaknya belum mendapat vaksin LSD dari DKPP Bantul. Padahal di Poncosari sudah ada sapi yang terpapar LSD.
“Kelompok ternak Sidodadi belum dapat vaksin khusus untuk LSD, tapi kalau PMK sudah. Padahal kalau di Poncosari sendiri sudah ada sapi yang terserang LSD. Kemudian jumlah sapi Krajan sendiri ada sekitar 100 ekor sapi. Sementara waktu kami survei tahun 2022 kemarin, di keseluruhan Poncosari ada 1.300 ekor sapi,” kata Parjiman dihubungi pada Selasa (1/3/2023).
Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul mengungkapkan bahwa terdapat sebanyak 114 sapi di Bantul terpapar LSD. Dari jumlah tersebut, wilayah dengan tingkat jangkitan tinggi berada di Pajangan dan Sedayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman genjot Peladi Makarti di 35 kalurahan untuk lindungi pekerja informal dan percepat Universal Coverage Jamsostek 2026.
Neymar kembali dipanggil timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026. Carlo Ancelotti membawa kombinasi pemain senior dan bintang muda.
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.