100 Pamong Kalurahan Sleman Purna Tugas 2026, Ini Rinciannya
Sebanyak 100 pamong kalurahan Sleman purna tugas pada 2026. Pengisian jabatan dilakukan bertahap sesuai waktu kekosongan.
Ilustrasi sapi/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Komisi B DRPD Kabupaten Bantul yang membidangi ketahanan pangan dan pertanian tanggapi ratusan sapi di Bantul yang terpapar Lumpy Skin Disease (LSD).
Sekretaris Komisi B DPRD Bantul, Arif Haryanto mengatakan bahwa jawatannya belum mendapat laporan terkait penambahan jumlah sapi yang terpapar LSD. “Kami malah belum tahu, karena belum ada laporan. Terakhir itu yang saya tahu baru ada 40 sapi yang terpapar LSD,” kata Arif dihubungi pada Selasa (1/3/2023).
Arif mengatakan bahwa penanganan tersebut harus segera dilakukan dengan melakukan pendataan sapi yang terpapar. Katanya, Komisi B selalu mendorong penanganan dengan cepat agar LSD tersebut tidak menyebar luas.
BACA JUGA : Duh, Ratusan Sapi di Bantul Terpapar Penyakit Lato-Lato
“Itu kalau tidak segera diantisipasi, takutnya bisa jadi seperti yang dulu [penyebaran Penyakit Mulut Kuku]. Maka dari itu perlu adanya pembatasan interaksi, pendataan valid. Satu-satunya untuk membetengi hewan ternak dari LSD ya vaksin itu,” ucapnya.
Lebih jauh, Arif menjelaskan bahwa penanganan LSD tersebut dapat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Hanya saja ada indikator yang harus dicapai untuk menggunakan BTT tersebut seperti cakupan paparan LSD.
“Dulu itu bisa pakai BTT, namun kalau BTT kan harus lewat Peraturan Bupati dengan indikator memang masif kejangkitannya atau merebaknya LSD. Kalau PMK dulu kan masif, karena itu ada BTT dulu itu tapi untuk operasional saja,” lanjutnya.
Arif juga memberikan tanggapan terkait tindakan membeli hewan ternak yang langsung dicampur satu kandang dengan hewan ternak sehat lain. Padahal kata Arif, hal tersebut dapat menyebabkan penularan penyakit tidak terduga yang dibawa seperti LSD.
“Penanganannya seperti Covid-19 lah, harus ada isolasi dulu. Jadi tidak boleh langsung dicampur,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Ternak Sidodadi, Krajan, Poncosari, Srandakan, Parjiman mengatakan bahwa hingga sekarang kelompok ternaknya belum mendapat vaksin LSD dari DKPP Bantul. Padahal di Poncosari sudah ada sapi yang terpapar LSD.
“Kelompok ternak Sidodadi belum dapat vaksin khusus untuk LSD, tapi kalau PMK sudah. Padahal kalau di Poncosari sendiri sudah ada sapi yang terserang LSD. Kemudian jumlah sapi Krajan sendiri ada sekitar 100 ekor sapi. Sementara waktu kami survei tahun 2022 kemarin, di keseluruhan Poncosari ada 1.300 ekor sapi,” kata Parjiman dihubungi pada Selasa (1/3/2023).
Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul mengungkapkan bahwa terdapat sebanyak 114 sapi di Bantul terpapar LSD. Dari jumlah tersebut, wilayah dengan tingkat jangkitan tinggi berada di Pajangan dan Sedayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 100 pamong kalurahan Sleman purna tugas pada 2026. Pengisian jabatan dilakukan bertahap sesuai waktu kekosongan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.