Lansia di Jogja Jadi Tantangan Penerapan Identitas Digital
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
ILustrasi lelang jabatan/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA– Untuk mengisi kekosongan jabatan Sekda DIY yang ditinggalkan oleh Kadarmanta Baskara Aji karena pensiun, Gubernur DIY Sri Sultan HB X pun melantik Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) DIY Wiyos Santoso menjadi Pejabat (Pj) sementara Sekda DIY.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyampaikan penunjukan Wiyos sebagai Pj Sekda DIY telah sesuai dengan ketentuan pemerintah Pusat. Wiyos telah melewati kajian track record dengan mengacu pada beberapa faktor, antara lain memiliki pangkat Pembina Utama Muda Golongan IV C, berusia satu tahun sebelum batas usia pensiun, serta memiliki penilaian prestasi kerja yang baik dalam dua tahun terakhir.
Selain itu, menurut Sri Sultan HB X kepercayaan dan akuntabilitas menjadi aspek penting dalam penunjukan tersebut. “Seorang Pj Sekda memiliki peran sangat sentral karena memiliki kewajiban memimpin Sekretariat Daerah serta membantu Gubernur menyusun kebijakan dan membina hubungan kerja dengan aparatur dijenjang bawah,” kata Sri Sultan HB X, Rabu (8/3/2023).
BACA JUGA: Jalur Rawan! Truk Boks Terguling di Cinomati Bantul
Menurut Sri Sultan HB X, Sekda DIY harus dapat menghadirkan living government, yaitu organisasi birokrasi yang tidak sekadar hadir, tapi memiliki makna. Karena itu, Sekda DIY mengemban posisi, fungsi, tugas hak serta kewajiban dalam memimpin OPD di bawahnya.
Dalam pelantikan tersebut, Sri Sultan HB X menyampaikan harapannya agar Wiyos dapat membantunya melaksanakan RPJMD 2023 serta dapat mengambil peran penanggung jawab dalam sisi manajemen pemerintahan. “Saya harap hari ini dijadikan starting point oleh seorang Wiyos Santoso sebagai Pj Sekda dalam mengemban tugas. Selamat bekerja dan mengabdi untuk meningkatkan kerja dan kinerja birokrasi dan pelayanan masyarakat,” kata Sri Sultan HB X.
Terkait dengan pemilihan Sekda DIY definitif, Sri Sultan belum banyak berkomentar. “Saya belum bisa mengatakan itu kapan, menunggu dari pemerintah Pusat. Karena yang menentukan Sekdanya kan Eselon 1, Surat Keputusan [SK]-nya Presiden. Jadi masih menunggu. Kalo saya [menginginkan] )secepat mungkin, tapi kan saya tidak bisa memastikan. Itu tergantung rapat Tim Penilaian Akhir [TPA] dan SK Presiden,” ucap Sri Sultan HB X.
Usai dilantik Wiyos menyampaikan kesiapannya untuk memangku jabatan Pj Sekda DIY sesuai arahan Sri Sultan HB X. “Tentunya kita mengamankan pelaksanaan anggaran 2023 dan penyusunan RPJMD 2022-2027, nanti karena kita kan juga tahu administrasi, tidak boleh ada kekosongan kepemimpinan di Sekda,” ungkap Wiyos.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.