Dana Terbatas, Perbaikan Jalan Kawasan Industri Semin Tahun Ini Hanya 230 Meter
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Prosesi penanaman tanaman energi yang dilaksanakan di Telaga Ngricik di Kalurahan Gombang, Ponjong, Selasa (14/3/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Pemda DIY dan PT PLN sepakat untuk Pengembangan ekosistem green economy Untuk mendukung net zero emission berbasis keterlibatan masyarakat DIY. Kerja sama ini disepakati bersama di Telaga Ngricik Wetan, Kalurahan Gombang, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul. Selasa (14/3/2023).
Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan kerja sama ini tidak hanya untuk program energi terbarukan. Namun, dalam pelaksanaannya juga melibatkan masyarakat sehingga ikut merasakan dampaknya. Salah satunya dalam upaya menghemat pembelian pakan ternak.
“Masyarakat harus dilibatkan dalam penanaman dan sebagainya. Nanti daunnya bisa untuk ternak setelah enam bulan penanaman,” katanya, Selasa siang.
BACA JUGA: Menperin Optimistis Net Zero Emission 2060 Tercapai
Menurut dia, dengan tidak adanya pembelian pakan untuk ternak, maka diharapkan tingkat konsumsi masyarakat bisa meningkat. “Jangan salah paham, bukan berarti PLN kasih duit. Uang yang biasa dibelanjakan membeli pakan ternak bisa dialokasikan untuk konsumsi keluarga karena dibantu daun untuk mencukupi pakan ternak,” katanya.
Di sisi lain, Sultan berharap dengan pola ini juga bisa berperan dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah DIY. Meski demikian, ia mengaku cara ini tidak mudah karena ada masyarakat yang lebih memilih enyimpan dalam bentuk aset ketimbang untuk mencukupi kebutuhan konsumsi.
“Kalau dibank-e [ditabung], disimpan, yang miskin tetap tinggi karena indikator kemiskinan salah satunya dengan tingkat konsumsi. Kalau jadi aset, maka kemiskinannya tetap,” katanya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, kesepakatan ini merupakan sejarah baru bagi pengembangan listrik di Indonesia. Pasalnya, ada kolaborasi dengan Pemerintah DIY untuk pilot projec penanaman biomassa. “Program hari ini dimulai dengan 30 hektare yang lokasinya di Gunungkidul. total ada 50.000 tanaman energy yang ditanam,” katanya.
Menurut dia, pohon untuk bahan energy yang ditanam meliputi kaliandra, gamal, jati putih, dan indigofera. Selain untuk sumber energi, daun dari tanaman ini bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. “Jadi kebutuhan pakan bisa terpenuhi sehingga tidak harus lagi mendatangkan dari luar kabupaten, khususnya saat kemarau,” katanya.
Dia menjelaskan, dalam rentang waktu satu sampai satu setengah tahun akan bisa digunakan untuk energi biomassa. Adapun hasilnya bisa gunakan untuk covering di PLTU yang dimiliki PLN. “Ada dua nilai ekonomis, baik untuk pakan ternak maupun sebagai energi yang berbasis pada biomassa,” kata Darmawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Rupiah melemah 0,17% ke Rp18.022 per dolar AS setelah BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%
ESDM mengamankan penimbunan 400.000 liter solar subsidi di Semarang yang diduga akan dijual ke sektor industri, perkebunan, dan pertambangan.
Gunungketur mengalokasikan Dana Keistimewaan Rp120 juta untuk program PMT dengan melibatkan UMKM lokal demi penanganan stunting dan ekonomi warga
Motor Honda Beat milik guru di Ponorogo dibawa kabur setelah kecelakaan. Polisi menangkap terduga pelaku di Kabupaten Kediri.
Akhmad Khafidz Al Mubarok kini berhasil mewujudkan mimpinya menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.