Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, SLEMAN—Wisata di lereng Merapi termasuk jip Lava Tour sempat sepi ketika terjadi peningkatan aktivitas erupsi Merapi sepekan lalu. Seiring dengan melandainya aktivitas Merapi, saat ini kondisi wisata sudah mulai pulih.
Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi, Dardiri menjelaskan saat terjadi peningkatan aktivitas Merapi pada pekan lalu, jumlah wisatawan jip sempat turun sekitar 40%. “Banyak yang meng-cancel,” ujarnya, Minggu (19/3/2023).
Hal tersebut menurutnya terjadi selain karena kekhawatiran wisatawan, juga beberapa pemberitaan yang melebih-lebihkan bahkan tidak memberikan informasi yang valid atas kejadian yang sebenarnya, sehingga membuat wisatawan takut.
BACA JUGA: Merapi Erupsi, Ini Rute Baru Jip Lava Tour yang Diklaim Aman
Seiring dengan melandainya aktivitas Merapi, jumlah wisatawan menurutnya sudah kembali meningkat di kisaran 6.000-8.000 orang sehari. “Sudah lumayan sekarang daripada setelah hari [erupsi besar], cuma beberapa objek masih ditutup,” katanya.
Demi menjaga keamanan, wisata jip Merapi saat ini masih membatasi rute perjalanan, dengan menghindari beberapa objek yang masih ditutup karena dekat dengan Kawasan Rawan Bencana (KRB). Beberapa objek yang masih ditutup seperti petilasan Mbah Maridjan, bunker Kaliadem dan Bukit Klangon.
Saat ini rute jip Merapi sebatas sampai di Batu Alien, manuver air Kalikuning dan sejumlah lokasi yang berjarak lebih dari 5 Km dari puncak Merapi. “Kalu lebih dari 5 km dari puncak Merapi diperbolehkan, kalau 5 km tidak diperbolehkan,” kata dia.
Di Kali Kuning, karena berpotensi terjadi luapan air akibat lahar hujan, maka selalu dipantau perkembangan cuacanya. Jika terjadi hujan maka lokasi tersebut akan langsung ditutup. “Kami ada yang ditempatkan di sana untuk memantau jika terjadi sesuatu,” ungkapnya.
Selain itu, driver juga dibekali HT untuk saling berkomunikasi. Mereka juga biasanya sudah memahamin tanda-tanda alam jika terjadi erupsi. “Kalau tiba-tiba cuaca panas, rasanya ga enak, sinyal di HT berbunyi ngiiing, kami harus waspada, wisatawan ditarik ke titik aman,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
BPD DIY meraih tiga prestasi di Frontliner Championship BPDSI 2026. Capaian ini menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan nasabah.
Hari Santri Nasional menjadi momentum memperkuat literasi digital di pesantren untuk membentengi generasi muda dari intoleransi dan radikalisme.
DPRD DIY memperjuangkan kenaikan Danais 2027 setelah alokasi turun menjadi Rp1 triliun. APBD DIY ditargetkan ditetapkan 20 November 2026.
IHSG sempat anjlok 11,57% pada Oktober 2026. BEI DIY mengingatkan investor memahami risiko, sementara ekonom UGM menjelaskan usulan MSCI.
DPRD Gunungkidul meninjau revitalisasi tiga sekolah dan mengingatkan pelaksana agar sesuai spesifikasi serta tidak bermasalah saat pemeriksaan.