Desil Kesejahteraan Naik, BPS: Bukan Berarti Warga Makin Kaya
Kenaikan desil DTSEN tidak otomatis berarti warga makin sejahtera. BPS DIY menjelaskan desil ditentukan dari 41 variabel sosial ekonomi.
Ilustrasi lansia./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mencatat ada 13.151 jiwa atau 3.674 KK warganya masuk ke dalam kriteria miskin ekstrem. Miskin ekstrem artinya warga Jogja yang tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar. Seperti makanan, air minum bersih, sanitasi layak, kesehatan, dan tempat tinggal. Dengan angka harapan hidup yang tinggi, benarkah warga Kota Jogja yang miskin didominasi lansia?
Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi menyampaikan kemungkinan masyarakat miskin ekstrem di Kota Jogja didominasi warga lansia. Menurutnya Kota Jogja itu anomali, di sisi lain angka harapan hidup tinggi, indeks kebahagiaan tinggi, namun kemiskinan juga tinggi.
"Kelihatannya itu [miskin ekstrem didominasi lansia]. Kalau definisi kemiskinan ekstrem itu kecukupan makan, kesehatan," ucapnya ditemui di Kantor Wali Kota Jogja, Senin (20/3/2023).
Menurutnya indikator kemiskinan yang digunakan secara nasional kurang cocok dengan gaya hidup warga Jogja. Misalnya indikator ketercukupan gizi, padahal orang Jawa dan Jogja khususnya suka prihatin dan tirakat seperti puasa. Sehingga dianggap kurang asupan, padahal mereka punya aset.
Lalu indeks konsumsi, padahal orang di Jogja lebih hemat. Untuk kebutuhan sayur mayur kadang bisa mengambil dari pekarangan, butuh protein makan dari ayam yang dipelihara dan lainnya.
"Kriteria kemiskinan gak bisa diberlakukan menyeluruh. Di Jogja dengan karakter masyarakat yang suka hemat dan laku prihatin," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Jogja, Agus Tri Haryono mengatakan angka kemiskinan pada 2022 di Kota Jogja sebesar 6,62 persen. Turun 1,07 persen dibandingkan 2021 sebesar 7,69 persen. Tahun ini ditargetkan angka kemiskinan akan turun menjadi 6,61 persen.
Dia menjelaskan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) salah satunya untuk mengakomodir penanggulangan kemiskinan melalui pembangunan. Termasuk di dalamnya usulan dari lintas sektor untuk memecahkan masalah pembangunan yang berorientasi pada penanggulangan kemiskinan.
"Untuk yang miskin ekstrem setelah melakukan cleansing dengan memadankan data ada 13.151 jiwa [miskin ekstrim] atau 3.674 KK," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan desil DTSEN tidak otomatis berarti warga makin sejahtera. BPS DIY menjelaskan desil ditentukan dari 41 variabel sosial ekonomi.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Selasa 25 Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.
Okupansi hotel DIY naik 5%-15% selama libur Maulid Nabi 2026. Asita juga mencatat permintaan perjalanan wisata naik sekitar 5%.