Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kecelakaan maut terjadi di ruas jalan Wonosari-Karangmojo di Dusun Selang 1, Selang, Wonosari, Senin (20/3/2023) sekitar pukul 21.30 WIB.
Akibat kecelakaan, dua pengendara motor meninggal dunia dan satu pembonceng terpaksa dirawat dirumah sakit karena patah tangan.
BACA JUGA: Pikap Terbalik di Gunungkidul
Korban meninggal dunia atas nama Guntur Aji Riski,22, asal Kalurahan Wiladeg, Karangmojo dan Virza Gutama,22, asal Kalurahan Jatiayu, Karangmojo. Adapun pembonceng Vandi Dwi Yuliansyah,19, asal Wiladeg, Karangmojo.
Peristiwa nahas ini bermula saat sepeda motor Honda GL AB 2609 PZ yang dikendarai Guntur yang berboncengan dengan Vandi melaju kencang dari arah Karangmojo menuju Wonosari. Sesampainya di lokasi kejadian dari arah selatan ada sepeda motor Honda Beat AB 2752 RI yang dikendarai Virza akan menyeberang, namun dikarenakan jarak yang terlalu dekat,maka tabrakan tak dapat dihindarkan.
Kepala Unit Penegakan Hukum, Satlantas Polres Gunungkidul, Iptu Darmadi mengatakan, usai mendapatkan laporan langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian. Hingga sekarang pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dengan kasus ini.
"Kami juga sudah mengamankan dua sepeda motor yang terlibat kecelakaan. Untuk kondisinya ringsek dengan total kerugian material sekitar Rp1 juta," kata Darmadi kepada wartawan, Selasa (21/3/2023).
Dia menjelaskan, akibat kejadian ini dua pengendara motor meninggal dunia. Guntur meninggal di lokasi kejadian karena luka serius di bagian kepala. Sedangkan, Virza sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Akan tetapi, dikarenakan luka serius di bagian kepala hingga kahirnya nyawanya tak tertolong.
"Ada satu korban lagi Vandi yang mengalami patah tangan sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit," katanya.
Darmadi menambahkan peristiwa ini menjadi pelajaran bersama sehingga kasus yang sama tidak terulang lagi.
"Harus berhati-hati saat berkendara dan yang terpenting harus menaaati semua peraturan dalam berlalulintas," katanya.
Kasatlantas Polres Gunungkidul, A Purwanto mengungkapkan, tertib berlalulintas sangat dibuntukan untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalaanan.
"Upaya sosialisasi ke masyarakat maupun anak sekolah terus dilakukan agar angka kecelakaan dapat dikurangi," kata Purwanto.
Dia juga berharap kepada pengguna kendaraan untuk terus berhati-hati dan tidak ugal-ugalan pada saat di jalan raya. Selain mematuhi segala peraturan, pengendara diimbau untuk memakai alat pelindung diri.
"Alat pelindung ini penting untuk mengurangi risiko fatalitas saat terjadi kecelakaan. Jadi, memakai helm bagi pengendara motor dan sabuk pengaman untuk pengendara mobil waji hukumnya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.