PGRI DIY: Tinggal Kelas Bisa Jadi Instrumen Tingkatkan Mutu Pendidikan
PGRI DIY menilai kebijakan tinggal kelas bisa meningkatkan mutu pendidikan jika diterapkan secara objektif, dengan remedial dan pendampingan siswa.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Jelang ramadan dan lebaran, harga beberapa komoditas pangan di Kota Jogja diperkirakan akan meningkat. Di antaranya telur, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi mengatakan kenaikan harga ini wajar karena secara hukum ekonomi tingginya permintaan akan diiringi tingginya harga.
Meski demikian menurutnya Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan berupaya menjaga agar harga pangan tidak melonjak terlalu tinggi. Untuk komoditas cabai dan beras Pemkot Jogja akan bekerja sama dengan Kabupaten Sleman. Dalam waktu dekat juga akan bekerjasama dengan Kabupaten Kulonprogo. Lalu untuk telur kerjasama pasokan akan dijalin dengan Pemkot Blitar dan Kabupaten Magelang. Sehingga diharapkan tidak terjadi kenaikan signifikan.
"Bahan pokok yang kemungkinan cenderung naik adalah bawang merah, bawang putih, cabai, telur. Kami berharap agar masyarakat tidak panic buying, karena pada prinsipnya stok makanan tercukupi," ucapnya, Selasa (21/3/2023).
Pemkot Jogja bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Jogja, Satgas Pangan Polresta Jogja, dan Kejaksaan Negeri Jogja menggelar sidak ke pasar dan distributor. Dari sisi pasokan dipastikan aman, dan dari sisi harga ada lonjakan namun masih terkendali.
BACA JUGA: Harga Sembako Mulai Naik, Sleman Siapkan Pasar Murah
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Jogja, Kadri Renggono mengatakan beberapa harga pangan yang mengalami kenaikan tapi relatif stabil adalah cabai merah dan rawit merah. Untuk beras relatif stabil di harga yang tinggi.
"Cabai memang karena curah hujan yang masih cukup tinggi. Kemudian beras, meskipun beras kita berharap beberapa sentra sudah mulai panen Maret, April, sampai Mei," ucapnya.
Sebagai tujuan destinasi wisata, kata Kadri, diperkirakan akan banyak wisatawan yang berkunjung saat libur lebaran. Diharapkan Bulog bisa memperkirakan adanya tambahan wisatawan tersebut.
"Misalnya permintaan meningkat, Pemkot Jogja akan berkomunikasi dengan Bulog dan penyedia lainnya. Ketersediaan [pangan] informasi dari Bulog tiga bulan mencukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PGRI DIY menilai kebijakan tinggal kelas bisa meningkatkan mutu pendidikan jika diterapkan secara objektif, dengan remedial dan pendampingan siswa.
KPK menahan tujuh tersangka dugaan korupsi proyek jalan di Sumut periode 2023–2025. Komitmen fee diduga mencapai 4% untuk pejabat tertentu.
Kekeringan di Kulonprogo belum berakhir. BPBD mencatat 86 kebakaran lahan dan hutan serta menyalurkan 685 tangki air bersih.
Survei Kadin mencatat minat investasi pengusaha turun menjadi 32,4% pada kuartal III/2026. Sentimen usaha mikro merosot menjadi 20%.
Bank Jateng menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan investasi dan pengembangan dunia usaha di Jawa Tengah melalui penyediaan layanan perbankan
Meet The Investors #3 di Jogja mempertemukan 79 usaha dengan sekitar 30 investor, dengan potensi pendanaan hingga Rp120 miliar per startup.