Polda DIY Bangun Sumur Bor dan Salurkan Air Bersih di Gunungkidul
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Jelang ramadan dan lebaran, harga beberapa komoditas pangan di Kota Jogja diperkirakan akan meningkat. Di antaranya telur, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi mengatakan kenaikan harga ini wajar karena secara hukum ekonomi tingginya permintaan akan diiringi tingginya harga.
Meski demikian menurutnya Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan berupaya menjaga agar harga pangan tidak melonjak terlalu tinggi. Untuk komoditas cabai dan beras Pemkot Jogja akan bekerja sama dengan Kabupaten Sleman. Dalam waktu dekat juga akan bekerjasama dengan Kabupaten Kulonprogo. Lalu untuk telur kerjasama pasokan akan dijalin dengan Pemkot Blitar dan Kabupaten Magelang. Sehingga diharapkan tidak terjadi kenaikan signifikan.
"Bahan pokok yang kemungkinan cenderung naik adalah bawang merah, bawang putih, cabai, telur. Kami berharap agar masyarakat tidak panic buying, karena pada prinsipnya stok makanan tercukupi," ucapnya, Selasa (21/3/2023).
Pemkot Jogja bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Jogja, Satgas Pangan Polresta Jogja, dan Kejaksaan Negeri Jogja menggelar sidak ke pasar dan distributor. Dari sisi pasokan dipastikan aman, dan dari sisi harga ada lonjakan namun masih terkendali.
BACA JUGA: Harga Sembako Mulai Naik, Sleman Siapkan Pasar Murah
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Jogja, Kadri Renggono mengatakan beberapa harga pangan yang mengalami kenaikan tapi relatif stabil adalah cabai merah dan rawit merah. Untuk beras relatif stabil di harga yang tinggi.
"Cabai memang karena curah hujan yang masih cukup tinggi. Kemudian beras, meskipun beras kita berharap beberapa sentra sudah mulai panen Maret, April, sampai Mei," ucapnya.
Sebagai tujuan destinasi wisata, kata Kadri, diperkirakan akan banyak wisatawan yang berkunjung saat libur lebaran. Diharapkan Bulog bisa memperkirakan adanya tambahan wisatawan tersebut.
"Misalnya permintaan meningkat, Pemkot Jogja akan berkomunikasi dengan Bulog dan penyedia lainnya. Ketersediaan [pangan] informasi dari Bulog tiga bulan mencukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Studi terbaru ungkap kucing lebih sehat jika punya akses luar rumah, terutama saat hidup bersama banyak kucing.
Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2.2C Sleman-Gamping sepanjang 7,96 km resmi dimulai, exit tol direncanakan di Ambarketawang.
IHSG berpeluang lanjut menguat dan uji level 6.000, didorong sentimen IPO dan global yang membaik.
Sebanyak 33 kebakaran terjadi di Jogja Januari–Juni 2026, mayoritas dipicu korsleting listrik di permukiman padat.
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.