Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Salah seorang warga melintas di jalan di samping Bendungan Beton di Kalurahan Umbulrejo, Ponjong. Untuk mendukung pengembangan wisata, Pemkab Gunungkidul berencana merevitalisasi kawasan ini/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul serius untuk merevitalisasi Bendungan Beton di Kalurahan Umbulrejo, Ponjong. Diperkirakan biaya pembangunan ini mencapai Rp50 miliar.
BACA JUGA: Bendungan Beton, di Ponjong Gunungkidul Akan Dilengkapi Arena Bermain
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Saptoyo mengatakan, pengembangan desa wisata Umbulrejo merupakan salah satu upaya dari pemkab untuk menghidupkan wisata di sisi timur Gunungkidul.
Hingga sekarang, destinasi wisata masih terfokuskan di sisi selatan, khususnya kawasan pantai. Oleh karena itu,ada upaya pengembangan destinasi selain kawasan pantai.
“Salah satunya di Umbulrejo, Kapanewon Ponjong,” kata Saptoyo kepada wartawan, Kamis (23/3/2023).
Ia menjelaskan, kawasan Umbulrejo memiliki banyak potensi. Selain keberagaman budaya, juga ada potensi sumber daya alam berupa goa, perbukitan hingga keberadaan Bendungan Beton.
“Pengembangan wisata ini akan berpusat di Bendungan Beton. Nantinya ada integrasi antar destinasi seperti Beton-Goa Cokro atau yang lain karena menjadi satu kawasan,” katanya.
Menurut dia, pengembangan destinasi wisata dengan konsep revitalisasi Bendungan Beton sudah dibuatkan masterplan maupun detail engineering design (DED). Diperkirakan untuk pembangunan secara menyeluruh kawasan tersebut membutuhkan dana sebesar Rp50 miliar.
“Kalau ideal sesuai dengan masterplan memang butuh Rp50 miliar. Tapi, pelaksanaanya juga disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” katanya.
Ditambahkannya, untuk proses pembangunan, pemkab berusaha mengakses melalui dana keistimewaan yang dimiliki Pemerintah DIY. Adapun pengusulan program sudah diajukan ke pemerintah daerah.
“Harapannya bisa disetujui sehingga wacana revitalisasi Bendungan Beton bisa dilakukan,” katanya.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mendukung upaya revitalisasi Bendungan Beton yang dilakukan oleh pemkab. Menurut dia, pengembangan juga sebagai mendukung sektor kepariwisataan di wilayah tersebut.
“Jadi bisa sebagai alternatif selain kunjungan wisata ke pantai,” katanya.
Endah mengungkapkan, kawasan Beton tidak hanya pada potensi sumber mata air. Sebab, di sekitar lokasi juga banyak goa-goa yang bisa dikembangkan sebagai objek wisata.
“Nanti bisa saling terintegrasi dengan Bendugan Beton sehingga dibutuhkan pembentukan kawasan wisata ideal agar semakin menarik minat pwisatawan untuk datang berkunjung,” katanya.
Endah tidak menampik, selama ini keberadaan sumber di Beton masih untuk mendukung sektor pertanian dan perikanan. Diharapkan dengan adanya revitalisasi maka sektor wisata dapat tumbuh dengan baik.
“Kalau ini bisa diwujudkan maka bisa sebagai sarana untuk pengungkit perekonomian masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.