Tak Hanya Pameran, Alumni Gen Z Batik Preneur Sleman Didorong Tembus Pasar
Sembilan alumni Gen Z Batik Preneur Sleman didorong menguji produk ke pasar dan mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan.
Ilustrasi kemiskinan/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo menyinkronkan data kemiskinan ekstrem. Data tersebut akan menjadi basis dalam mengatasi kemiskinan ekstrem di kabupaten tersebut.
Plt Kepala Bappeda Kulonprogo Eka Pranyata mengatakan jawatannya menargetkan penyelesaian sinkronisasi data pada akhir Maret 2023.
“Jadi kami indentifikasi apakah orang-orang ini [warga miskin ekstrem] masuk daftar yang sudah mendapat intervensi dari pemerintah atau belum. Kalau sudah dapat apakah ada permasalahan lain atau tidak? Misalnya apakah mereka masuk kategori umur produktif dan sebagainya. Apabila di dalamnya ada lansia, kami sinkronkan apakah bantuannya jadi satu dengan provinsi dan lainnya atau tidak,” kata Eka, Kamis (23/3/2023).
Apabila sinkronisasi tersebut sudah selesai, Bappeda akan mulai membahas penganggaran 2024. Bappeda telah menetapkan kemiskinan ekstrem menjadi salah satu program prioritas tahun depan. Pembahasan anggaran tidak hanya berasal dari APBD, tetapi juga sumber lain.
BACA JUGA: Pengeluaran Per Kapita Rp28.700 per Hari, Jumlah Warga Miskin Ekstrem di Kota Jogja 3.010 Jiwa
Menurut dia, pengentasan kemiskinan ekstrem dapat dilakukan oleh berbagai pihak seperti Dinas Dosial Kulonprogo dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kulonprogo.
Kendati upaya tersebut telah dilakukan beberapa tahun belakangan, Bappeda akan mengarahkan program organisasi perangkat daerah terkait untuk lebih menitikberatkan pada data hasil sinkronisasi tersebut. Dengan demikian upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dapat lebih tepat sasaran.
Eka mengatakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menentukan kategori miskin ekstrem adalah pengeluaran per bulan untuk tiap orang sebesar Rp342.000. Menurutnya, terjemahan miskin ekstrem yang tepat akan sangat membantu dalam proses pengentasan.
Jumlah warga miskin ekstrem di Kabupaten Kulonprogo mengacu pada data enam bulan lalu mencapai 13.987 jiwa. Data ini yang akan diperbarui dalam proses sinkronisasi Bappeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sembilan alumni Gen Z Batik Preneur Sleman didorong menguji produk ke pasar dan mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan.
ADAS makin umum di mobil baru. Kenali 6 alasan fitur keselamatan aktif ini penting serta batasannya agar pengemudi tetap waspada.
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Penjualan mobil listrik RI naik 99,4% hingga Agustus 2026. Simak 20 model terlaris, Jaecoo J5 memimpin di atas BYD Atto 1.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 16 September 2026, untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.