Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi tawuran./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Aparat kepolisian Sektor Imogiri bersama masyarakat menangkap tujuh orang remaja yang kedapatan akan tawuran dengan sarung yang diisi dengan batu. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pembinaan, ketujuh remaja tersebut kembali diserahkan kepada orang tuanya masing-masing.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan penangkapan ketujuh remaja tersebut terjadi pada Sabtu (25/3/2023) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu personel Polsek Imogiri yang dipimpin langsung oleh kapolsek setempat sedang melakukan patroli cipta kondisi selama Ramadan.
BACA JUGA : Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Perang Sarung
Dalam patroli tersebut mendapati rombongan remaja yang masih dibawa umur tersebut berboncengan sepeda motor dan mengayun-ayunkan sarung di seputaran Lapangan Wukirsari, Imogiri. “Kemudian dilanjutkan sweeping dan dibantu beberapa warga mengamankan tiga motor dan tujuh anak-anak serta sarung berisi batu yang akan digunakan untuk tawuran,” katanya, Sabtu (25/3/2023).
Ketujuh remaja tersebut kemudian digelandang ke Polsek Imogiri untuk dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, mereka mengakui membuat sarung yang dibunteli dengan batu untuk tawuran. Namun tawuran itu belum terjadi.
BACA JUGA : Kekerasan Jalanan Gedongkuning, Pelaku Beraksi Setelah
Dalam kasus tersebut polisi menyelesaikannya dengan pembinaan dengan memanggil orang tua mereka masing-masing. “Mereka membuat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya, kemudian diserahkan kepada orang tua mereka masing-masing,” ujarnya.
Lebih lanjut Jeffry mengatakan selama Ramadan ini polisi akan melakukan berbagai kegiatan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Belajar dari Ramadan tahun lalu, sejumlah kejadian yang perlu diwaspadai di antaranya adalah kejahatan jalanan, maraknya petasan, perang sarung, sweeping ormas, sahur on the road, hingga safari tarawih.
Pihaknya sudah melakukan pemetaan jam-jam rawan tejadinya gangguan kamtibmas. “Jam rawan kejahatan sesuai data beberapa kejadian ada di pukul 21.00 sampai 05.00 Wib,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.