Advertisement

Kekerasan Jalanan Gedongkuning, Pelaku Beraksi Setelah Perang Sarung

Lugas Subarkah
Senin, 11 April 2022 - 15:47 WIB
Arief Junianto
Kekerasan Jalanan Gedongkuning, Pelaku Beraksi Setelah Perang Sarung Ilustrasi senjata tajam. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, JOGA--Polisi telah menetapkan lima tersangka dalam kekerasan jalanan (klithih) yang menewaskan satu pelajar di Gedongkuning, pada Minggu (3/4/2022) dini hari lalu. Dari hasil pemeriksaan, polisi memastikan kelompok tersangka tidak mengincar target acak.

Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indriadi, mengatakan kejadian ini merupakan buah dari emosi dan saling ejek antara dua kelompok pelajar dari dua sekolah yang kebetulan bertemu di jalan.

BACA JUGA: Pelaku Klithih Maut di Jalan Gedongkuning Ternyata Anggota Geng Pelajar Berinisial M

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Sesaat sebelum kejadian, kelompok tersangka baru saja selesai perang sarung di perempatan Druwo, Bantul dan dibubarkan polisi sekitar pukul 02.00 WIB.

“Jadi dari Druwo mereka ke arah timur, ke Ring Road di jalur lambat. Tidak selang berapa lama, dari jalur cepat melaju lima kendaraan,” ujarnya, Senin (11/4/2022).

Kelima kendaraan ini merupakan kelompok korban yang terdiri dari delapan orang. Mereka diketahui baru saja menongkrong di Tugu dan Alun-Alun Jogja. Korban meninggal dunia, DAA, 17, waktu itu membawa sebuah gitar.

Seusai menongkrong, kelompok korban pun memacu motornya di Ring Road Selatan. Di situ lah lantas mereka bertemu kelompok tersangka. Lantaran suara motor yang keras kemudian menyalip kelompok pelaku, sempat terjadi saling lirik dan emosi. Kelompok korban memprovokasi kelompok pelaku dengan berteriak Ayo rene!.

“Kemudian kelompok pelaku juga merespons dengan menggeber dan berupaya mengejar. Kelompok korban melanjutkan perjalanannya ke arah utara yaitu menuju Jalan Imogiri Barat, dan proses ke sana mereka salip-salipan, terjadi saling ancam, kemudian saling ejek dan beberapa makian saling dikeluarkan,” ujar dia.

BACA JUGA: Eksekutor Kasus Klithih yang Tewaskan Remaja di Gedongkuning Ternyata Warga Mergangsan

Advertisement

Ketika dirasa telah lepas dari kejaran kelompok pelaku, kelompok korban pun berhenti di sebuah Warmindo di wilayah Gedongkuning, Kota Jogja, untuk makan. Tiba-tiba kelompok pelaku lewat di depan Warmindo dan mengumpati kelompok korban. Terprovokasi, kelompok korban pun mengejar.

“Namun di depan kurang lebih satu kilometer dari Warmindo itu pelaku dua motor sudah balik kanan menunggu korban. Kemudian si saudara MMA [salah satu pelaku] yang duduk di sepeda motor Nmax itu sudah menyiapkan alat sarung dan batu untuk menunggu tibanya kelompok korban,” katanya.

Sementara pembonceng paling belakang, RS yang merupakan eksekutor pembunuhan ini, turun dari motor dan mengayunkan gir berukuran 21 cm yang diikat dengan sabuk beladiri sepanjang 224 cm.

Advertisement

“Motor pertama kelompok korban tidak kena. Motor kedua, yang duduk di depan tidak kena karena mengelak. Akhirnya gir mengenai korban yang duduk di belakang,” kata dia.

Sekitar 140 meter dari terkenanya ayunan gir, korban terjatuh tidak sadarkan diri dan tidak sampai berapa lama ditemukan oleh petugas patroli Direktorat Sabhara Polda DIY yang sedang melaksanakan patroli antisipasi kejahatan.

Saat itu korban masih bernafas tetapi tidak sadarkan diri. Kemudian dibawa ke RSPAU dr. Hardjolukito dan langsung ditangani. Namun pukul 09.30 WIB, nyawa korban tak terselamatkan. “Kami masih menunggu hasil visum,” ujar dia.

Polisi memastikan kelompok korban merupakan satu sekolah, namun masih didalami apakah juga terlibat dalam geng sekolah. Meski demikian sampai saat ini polisi tidak menemukan adanya senjata tajam dari kelompok korban.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kejari Purwokerto Tangkap Buronan Kejati Maluku Utara

News
| Kamis, 29 September 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement