Bantu Warga Hadapi Kekeringan, Pertamina Patra Niaga Salurkan Air Bersih di Klaten
Pertamina Patra Niaga menyalurkan 285.000 liter air bersih bagi sekitar 7.000 KK di 16 desa di Klaten untuk membantu warga terdampak kekeringan.
Suasana Sosialisasi 4 Pilar di aula Balai Kalurahan Wijirejo, Pandak, Sabtu (25/3/2023)./Istimewa
BANTUL—Lebih dari sekadar Dasar Negara, Pancasila adalah sebuah kesepakatan bersama untuk menuju kemaslahatan.
Topik itu menjadi pembicaraan utama dalam Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara yang digelar oleh anggota MPR RI Dapil DIY, Ibnu Mahmud Bilalludin di aula Balai Kelurahan Wijirejo, Pandak, Sabtu (25/3) lalu.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul, Arba Riksawan Qomaru yang hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut menjelaskan Muhammadiyah telah mencanangkan Negara Pancasila sebagai sebuah darul ahdi was syahadah, yang artinya sebuah kesepakatan jalinan komitmen bersama.
“Itulah sebabnya, konsep Negara Pancasila sebenarnya adalah sebuah bentuk komitmen bersama, untuk mencapai kemashalatan secara bersama-sama pula,” kata dia melalui rilis, Senin (27/3).
“Artinya, darul ahdi juga dapat dimaknai sebagai Darussalam yang berarti negeri yang penuh dengan kedamaian,” imbuh dia.
BACA JUGA: Duta Pancasila Sleman Belajar Podcast ke Harian Jogja
Pada intinya, sebagai darul ahdi was syahadah, kata Arba, memiliki tiga latar utama. Pertama, adanya golongan, terutama masyarakat muslim yang masih mempersoalkan relasi antara Islam dengan negara yang berdasarkan Pancasila
Kedua, realitas bahwa sebagai bangsa, secara ideologis belum merumuskan dengan sangat eksplisit dan membuat satu penjelasan akademik mengenai negara Pancasila itu.
Sedangkan yang ketiga adalah adanya ancaman dari kelompok Islam yang lain yang dianggap sebagai ancaman terhadap negara Pancasila
Darul ahdi wa syahadah, kata dia, menjadi titik temu antara keislaman dan kehidupan berbangsa. Agama Islam harus menjadi ruh spiritual dalam kehidupan bernegara.
“Itulah sebabnya, semangat Bhineka Tunggal Ika menjadi sangat penting dalam pengimplementasian Pancasila,” kata dia.
Sementara itu, anggota MPR RI Dapil DIY, Ibnu Mahmud Bilalluddin menjelaskan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara digelar dalam berbagai bentuk, mulai dari diskusi hingga bedah buku,
“Tujuannya adalah mengingatkan kepada kita semua, bangsa dan negara ini didirikan dengan cucuran air mata, keringat, bahkan darah. Semoga ini bisa menjadi pengingat bagi para generasi muda,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina Patra Niaga menyalurkan 285.000 liter air bersih bagi sekitar 7.000 KK di 16 desa di Klaten untuk membantu warga terdampak kekeringan.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Persik Kediri. Pieter Huistra menyoroti kesalahan pertahanan, keputusan wasit, dan perkembangan permainan tim.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 23 Oktober 2026 di Godean, SIM Corner JCM dan Ramai Mall, beserta syarat perpanjangan SIM A dan C.
KKP menyalurkan tiga sarana pascapanen dan satu kendaraan ATI kepada kelompok usaha perikanan di Kulonprogo untuk meningkatkan daya saing produk.
Pemprov Jawa Tengah meminta penutupan sementara jalur pendakian gunung untuk mengantisipasi karhutla di Lawu, Sumbing, dan kawasan Dieng.
SIM Keliling Jogja Jumat 23 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.