Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Ilustrasi uji kandungan formalin pada makanan./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul bakal menggalakan razia penganan berbahaya selama Ramadan. Hanya saja, untuk pelaksanaannya akan dikoordinasikan terlebih dulu dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan selama puasa banyak pedagang dadakan yang menjajakan keperluan makanan dan minuman untuk berbuka. Guna memberikan rasa aman terhadap konsumen akan dilaksanakan pengawasan dengan menggelar razia di sejumlah titik.
Menurut dia, kegiatan pengawasan sedang dikomunikasikan dengan BPOM untuk memastikan waktu dan pelaksanaan kegiatan. Hanya saja, hingga sekarang belum ada jadwal pasti pelaksanaan pengawasan. “Masih terus dikomunikasikan. Tetapi yang jelas, kami akan laksanakan kegiatan pengawasan makanan dan minuman berbahaya,” kata Kelik.
BACA JUGA: BPOM Temukan 2 Pedagang Jual Chikbul
Dia menjelaskan, pengawasan dilakukan sebagai upaya memberikan perlindungan konsumen. Salah satunya menghindari adanya peredaran makanan dengan bahan berbahaya serta tak layak izin edar maupun kedaluwarsa. “Nanti pelaksanaannya juga melibatkan dari aparat keamanan maupun Satpol PP,” katanya.
Kepala Satpol PP Gunungkidul, Edy Basuki mengaku siap membantu dalam upaya pengawasan peredaran makanan dan minuman berbahaya. Sebagai gambaran, puasa tahun lalu juga menggelar razia tersendiri ke swalayan-swalayan. “Tentunya kami siap melaksanakan. Tapi, untuk pelaksanaan masih harus melihat jadwal dari Bidang Penengakan Perda,” katanya.
Menurut dia, tujuan pengawasan untuk memastikan makanan dan minuman yang ada di pasaran layak dikonsumsi. Hal ini bisa dilihat dari bentuk kemasan maupun izin edar yang tertera didalam produk. “Kalau ditemukan barang yang tak layak, maka jangan sampai dikonsumsi oleh masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Spotify luncurkan Studio, aplikasi AI desktop yang bikin podcast & briefing personal dari kalender, email, dan catatanmu. Pesaing Google NotebookLM.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Kehadiran BNI dalam acara ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan layanan perbankan digital yang mudah diakses sekaligus relevan.
Refleksi 20 tahun gempa Bantul, Bupati Abdul Halim Muslih dorong penambahan sistem peringatan dini dan inovasi mitigasi bencana untuk masa depan lebih tangguh.
Penelitian University of Ottawa ungkap serangan jantung dapat memicu gangguan otak dan meningkatkan risiko depresi.