Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, SLEMAN—Sesosok mayat ditemukan di sebuah aliran sungai di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleaman Kamis (30/3/2023) dini hari. Dengan kondisi fisik korban, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Panit Reskrim Polsek Ngaglik, Ipda YS Udin, menjelaskan berdasarkan hasil identifikasi, mayat tersebut berinisial W, 37, perempuan, warga Sardonoharjo. "Ditemukan di sungai Prumpung pukul 02.50 WIB," ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menceritakan kronologi penemuan mayat ini bermula ketika seorang warga yang baru saja selesai melaksanakan shalat tahajud, mengecek sekeliling rumah termasuk sungai di belakangnya dengan menggunakan senter.
BACA JUGA : Mengarang Cerita Temukan Mayat, 6 Orang Ternyata
Saat menyenter ke arah sungai yg ada di belakang rumah, saksi tersebut mengetahui ada sesosok mayat yang tergeletak di aliran sungai Prumpung. "Mengetahui hal tersebut, ia memberi tahu saksi lainnya dan melaporkannya ke Polsek Ngaglik," katanya.
Berdasarkan pemeriksaan petugas dari Puskesmas Ngaglik I maupun Inavis Polresta Sleman, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. "Dari keluarga menerima kematian korban sebagai musibah," ungkapnya.
Adapun menurut keterangan dari pihak keluarga, korban mengalami depresi dan beberapa hari ini sering keluar malam tanpa tujuan. Kemudian pada Rabu (29/3/2023) pukul 19.00 WIB korban keluar dari rumah pergi ke rumah tetangga yang berada di dekat sungai Prumpung.
BACA JUGA : Kronologi Penemuan Perempuan Jogja Meninggal Dimutilasi
Korban diketahui sudah sering berkunjung ke rumah tetangga tersebut. Namun malam itu korban tidak kembali ke rumah sampai kemudian ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa di aliran sungai pada dini harinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.