Jelang Iduladha, Permintaan Kambing di Bantul Diprediksi Meningkat
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Sejumlah pelajar yang diamankan Polres Bantul dalam patroli icon Ramadan pada Jumat (31/3/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Petugas kepolisian menyita belasan sepeda motor yang digunakan oleh geng remaja pelaku perang sarung. Motor itu baru boleh diambil setelah Lebaran 2023 mendatang.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry menjelaskan petugas juga menyita 13 unit sepeda motor dan belasan buah sarung. Sepeda motor yang disita itu untuk sementara waktu ditahan oleh Polisi.
“Pemilik baru bisa mengambil sepeda motor tersebut setelah Lebaran mendatang. Sepeda motor tersebut disita karena para pengendara diduga terlibat perang sarung yang membahayakan pengendara lain dan meresahkan masyarakat selama bulan Ramadan," katanya, Sabtu (1/4/2023).
BACA JUGA : Puluhan Geng Remaja Ditangkap di Jalur Patuk-Dlingo
Setelah dibina oleh petugas, para remaja atau pelajar itu pun dipersilakan pulang, sedangkan sepeda motornya langsung diangkut dan disita agar menjadi efek jera dan mereka tak kembali melakukannya. Ditambah pula mereka belum cukup umur untuk dapat izin mengemudi kendaraan bermotor.
"Meski pun para orang tua atau wali banyak beralasan untuk tidak disita, kebijakan Kapolres sekaligus untuk memberi peringatan kepada orang tua yang seharusnya peduli kepada anaknya khususnya keselamatan berkendara," ujarnya.
Sebelumnya Polres Bantul mengamankan puluhan pelajar yang tengah menongkrong dan diduga usai melaksanakan perang sarung di sebelah utara SMP N 1 Dlingo dan di Jalan Patuk - Dlingo. Petugas mengamankan para pelajar tersebut dalam patroli icon Ramadan guna mencegah adanya balap liar, tawuran/tarung sarung dan petasan.
BACA JUGA : Bersiap Perang Sarung, 7 Remaja Gunungkidul Ditangkap
Dalam patroli itu petugas mengamankan sebayak 24 pelajar. 16 di antaranya merupakan pelajar yang tengah nongkrong dan delapan orang diduga usai melakukan perang sarung. "Semuanya pelajar SMP N 1 Dlingo," kata Jeffry.
Para pelajar yang diamankan itu orang tuanya dipanggil. Petugas juga menghadirkan Forkompinkap Dlingo untuk turut memberikan himbauan kepada para pelajar itu. Kepada para orang tua pelajar diimbau agar senantiasa berpartisipasi dalam menjaga serta mengawasi anaknya masing-masing.
"Kami juga memanggil pihak sekolahan untuk berkoordinasi dan melakukan pembinaan di sekolah serta memerintahkan Bhabinkamtibmas untuk sambang ke rumah para pelajar yang diamankan itu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.