Stasiun Yogyakarta Jadi yang Tersibuk, Layani 317.201 Penumpang pada Agustus
KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 1,26 juta penumpang KA jarak jauh pada Agustus 2026, naik 19% dibanding periode sama 2025.
Ilustrasi pekerjaan informal/Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyebut di sektor pekerjaan warga Jogja lebih suka pada pekerjaan-pekerjaan kreatif, sehingga berbeda dengan daerah lain yang lebih ke industrialisasi atau pekerjaan formal.
Hal tersebut disampaikan Sekda Kota Jogja, Aman Yuriadijaya saat menerima kedatangan tim Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di Kantor Wali Kota Jogja, Selasa (4/4/2023). Menurutnya industri yang ada di Jogja kebanyakan skala rumah tangga.
"Karena karakter itulah, kerja kreatif masyarakat orientasinya ke pekerjaan informal. Membuat Kota Jogja kesulitan pembukaan lapangan kerja. Sehingga yang kami dorong wirausaha," katanya.
Oleh karena itu, ketersediaan coworking space di Kota Jogja terus digenjot. Saat ini, kata Sekda, sudah banyak coworking space, ruang terbuka yang sesuai dengan karakter mandiri dan informal. Sehingga jika Jogja dibaca terkait dengan penyediaan lapangan kerja, industri besar tidak ada.
"Jogja ini bahkan banyak yang pekerja kreatif skala internasional, tapi kerja di rumah pakai celana pendek, sarungan, ini yang banyak terjadi. Tidak ada kantor, tidak ada outlet, tapi di situ mengendalikan banyak proses," jelasnya.
Industri kreatif ini menurutnya menjadi kekuatan, didukung dengan karakter pendidikan dan karakter anak muda. Dilihat dari sisi pekerjaan cukup sulit didata karena industrinya rumahan.
BACA JUGA: Waduh...Honorer Pemkab Bantul Tidak Dapat THR
"Sudah didirikan Pusat Desain Industri Nasional (PDIN), tempat nongkrong orang yang kerjamandiri. Ini kami siapkan tempat nongkrong dengan berbagi fasilitas yang ada," tuturnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan upaya Pemkot menggenjot sektor pekerjaan adalah dengan mengkontekstualisasikan, sehingga ada korelasi dengan kepentingan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 1,26 juta penumpang KA jarak jauh pada Agustus 2026, naik 19% dibanding periode sama 2025.
Cek perbandingan harga baru dan bekas BYD Atto 3, Dolphin, Chery Omoda 5, dan Wuling Alvez pada September 2026.
Pengumuman MagangHub 2026 Batch 2 Angkatan II dijadwalkan 18 September. Cek cara melihat hasil seleksi dan tahapan setelah lolos.
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Brentford vs Chelsea tersaji di Gtech Community Stadium. The Bees belum terkalahkan, sementara Chelsea dibayangi masalah pertahanan dan sejumlah pemain cedera.
Harga mobil LCGC bekas September 2026 mulai Rp65 jutaan. Cek kisaran Agya, Ayla, Brio Satya, Calya, Sigra, GO+, dan Karimun Wagon R.