Road to MJM 2026: Bukan Sekadar Ajang Lari Bergengsi
Menyambut ajang lari bergengsi dan berskala internasional Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, Bank Mandiri memperkuat sinerginya dengan masyarakat dan pemangku k
Suasana Gelar Operasi Pasar Murah (Gelora) di Kantor Kecamatan Ngaglik pada Selasa (4/4/2023)/Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN–Gelar Operasi Pasar Murah (Gelora) resmi dibuka. Ratusan warga Sleman menyerbu Kantor kecamatan untuk menebus berbagai bahan pokok yang dijual murah.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menerangakan kegiatan pasar murah ini digelar untuk memperingati Hari Jadi Sleman ke-107 tahun sekaligus persiapan Idulfitri. Dijelaskan Kustini, Pasar murah ini nantinya akan digelar di 17 Kapanewon di seluruh Sleman. Tiap Kapanewon akan digelontor 400 paket bahan pokok ini.
"Tujuannya mengadakan pasar murah untuk masyarakat itu bisa beli langsung dari harga distributor," ujarnya pada Selasa (4/4/2023) di Kantor Kapanewon Ngaglik.
Puluhan ton bahan pokok dialokasikan dalam pasar murah ini. Ada 100 ton beras medium, 50 ton beras premium, gula pasir 10 ton, tepung terigu 25 ton, minyak goreng 10 ton, telur 10 ton, daging ayam lima ton.
Cukup membawa KTP Sleman, warga bisa menebus beragam bahan pokok berharga murah. Dalam gelaran ini beras premium dibanderol antara 60.000-65.000 per lima kilogram, beras medium 45.000-57.000 per lima kilogram, minyak goreng dijual 14.000 per liter. Sementara itu untuk daging ayam karkas dijual di kisaran 30.000-45.000 per ekor, daging bebek karkas dibanderol 40.000-60.000, telur ayam 26.000 per kilogram dan ikan dori frozen bisa ditebus seharga 37.000. Untuk gula pasir dijual 12.500 per kilogram, sedangkan tepung terigu dijual seharga 9.500-10.000 per kilogram.
Kendati ratusan ton sembako dibanderol dengan harga miring, setiap warga dikenai pembatasan belanja. Nominal maksimal yang dapat dibelanjakan warga hanya senilai Rp250.000 dan tidak boleh melebihi itu.
BACA JUGA: Kubu Moeldoko Balik Serang AHY, Sebut Demokrat Kini Kaki Tangan Dinasti Cikeas
Pasar murah ini sengaja digelar ramadan karena permintaan bahan pokok di ramadan dan hari raya biasanya cenderung meningkat. Dampaknya harga bahan pokok acap kali naik, sehinga keberadaan pasar murah diharapkan mampu membantu masyarakat. "Harapannya nanti bisa meringankan masyarakat pada harga-harga yang ada dan persediaan masih cukup," ujarnya.
Salah satu warga yang ikut dalam pasar murah, Erni Astuti mengaku terbantu dengan adanya pasar murah ini. "Menguntungkan soalnya harganya murah," ujarnya.
Pasalnya, selisih harga antara bahan pokok.yang di jual di pasar murah dibanding dengan harga di pasaran jauh berbeda. Untuk telur selisih harganya bisa sampai Rp5000 per kilogram. Sementara untuk gula selisih harganya bisa mencapai Rp2500. "Iya [harapannya] sering-sering diadakan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menyambut ajang lari bergengsi dan berskala internasional Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, Bank Mandiri memperkuat sinerginya dengan masyarakat dan pemangku k
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Ketahui 4 ciri hewan kurban yang tidak sah menurut syariat Islam agar ibadah kurban Anda diterima dan sesuai ketentuan.
Umat Buddha Kulonprogo gelar Tribuana Manggala Bakti di Sungai Mudal sebagai rangkaian Waisak 2026 dengan konsep ekoteologi dan pelestarian alam.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.