Krisis Air Bersih, Warga Padukuhan di Bantul Ini Kesulitan Mandi dan Minum
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
Kondisi bus yang masuk Terminal Tipe-A Giwangan dilakukan rampcheck, pada Selasa (5/4/2023). /Harian Jogja-Hadid Husaini.
Harianjogja.com, JOGJA—Terminal bus Tipe-A Giwangan masih dalam kondisi sepi dan belum mengalami kenaikan jumlah bus masuk jelang mudik Lebaran 2023. Meski begitu kondisi tersebut tak berpengaruh bagi bus dengan kualitas premium yang masih banyak diminati penumpang.
Pegawai Negeri Sipil Kementerian Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Terminal Tipe A Giwangan Sukirno menyebut salah alasan sepinya penumpang saat jelang Lebaran 2023 ini karena banyak jumlah bus yang berkurang karena sebelumnya mereka merugi akibat sepi peminat. Saat dipantau Harianjogja.com beberapa bus yang masuk dan keluar sedikit yang terisi bahkan cenderung kosong karena kesulitan mencari penumpang.
BACA JUGA : Mudik! Mahasiwa Mulai Tinggalkan Jogja
“Selain itu banyaknya kondisi bus masuk saat dilakukan ramp check banyak yang tidak sesuai standar,” katanya, Selasa (4/4/2023).
Kondisi yang kurang layak dilihat menjadi alasan lain turunnya jumlah penumpang terutama pada bus cepat terbatas (patas) meski pun sebelum bus yang masuk harian rata-rata mencapai 1.000 bus dengan kondisi fluktuatif.
“Padahal seharusnya mereka [Perusahaan Otobus] itu bonafit, tapi kok merugi. Sparepart dan segala macam pada mahal sementara penumpang naiknya sedikit, jadinya penumpang banyak yang kosong,” ujarnya.
Hal tersebut juga diamini oleh Kepala UPT Terminal Giwangan, Bekti Zunanta. Saat ditanya terkait kondisi sparepart yang mahal dirinya mengakibatkan bahwa banyak bus sepi karena jumlah seat tidak terpenuhi.
“Banyak bus yang tidak beroperasi karena sepi penumpang,itu kalau yang jarang dekat kalau yang jarak jauh [AKAP] masih primadona,” katanya.
BACA JUGA : Masih Sepi, Pemudik Diperkirakan Masuk Terminal Giwangan Mulai
Dirinya menyampaikan bahwa saat ini bus premium masih menjadi yang paling diminati dengan kapasitas keteriasian mencapai 50-60%. Bus tersebt banyak dipilih karena fasilitas yang terjamin meskipun harga tiketnya cukup tinggi.
“Kalau bus Antar Kota Antar Provinsi [AKAP] paling dimanati, seharil bisa sampai 20-25 penumpang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.