Tol Jogja-Solo Ruas Trihanggo-Junction Sleman Tuntaskan Fondasi
Pembangunan Tol Jogja-Solo ruas Trihanggo–Junction Sleman memasuki tahap struktur atas setelah seluruh pekerjaan fondasi atau borepile rampung.
Suasana konsultasi Publik RKPD 2020 di Gedung Bappeda DIY, Kepatihan, Senin (11/2)./Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, SLEMAN– Data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dinilai penting sebagai acuan dalam mengambil kebijakan pemerintah. Data yang merangkum kondisi riil di masyarakat ini diharapkan dapat terhimpun dengan baik lewat kerja sama pemangku wilayah dengan Badan Pusat Statistik (BPS).
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa berharap keakuratan data Regsosek di Kabupaten Sleman tahun 2023 dapat terwujud. Ia menilai, data Regsosek dapat menjadi gambaran umum bagaimana kondisi sosial ekonomi masyarakat. Data ini dipandang penting sebagai rujukan pengambilan kebijakan daerah.
"Maka data [Regsosek] yang akurat dan data riil kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat menentukan skema kebijakan pemerintah dalam penyusunan berbagai program. Salah satunya program pengentasan kemiskinan," terangnya dalam rakor Forum Komunikasi Publik (FKP) di Kantor Sekretariat Daerah Sleman, Selasa (11/4/2023).
Dalam prosesnya, penghimpunan data Regsosek juga mencakup rapat koordinasi FKP hasil pendataan Regsosek oleh BPS. Proses ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Panewu, Lurah, TNI dan POLRI sebagai upaya menyinergikan langkah yang harus diambil demi terwujudnya transformasi data sosial ekonomi.
Dijelaskan Danang, FKP Regsosek merupakan salah satu proses yang perlu dilakukan untuk memverifikasi data yang telah diperoleh di awal pendataan. Melalui pendataan awal regsosek ini, diharapkan Danang dapat menghasilkan data terpadu.
"[Data tepadu] baik dalam penyusunan program perlindungan sosial, namun juga dalam rangka perencanaan pembangunan yang lebih terarah," tegasnya.
Danang juga menekankan pentingnya pendataan Regsosek agar setiap program pemerintah dapat tepat sasaran. Ia mengimbau para pemangku wilayah, seperti Panewu maupun Lurah untuk dapat bekerjasama dan membantu BPS dalam meyukseskan kegiatan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Tol Jogja-Solo ruas Trihanggo–Junction Sleman memasuki tahap struktur atas setelah seluruh pekerjaan fondasi atau borepile rampung.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.
Pemerintah siapkan digital single ID berbasis AI untuk bansos lebih tepat sasaran dan kurangi kebocoran anggaran.