Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi uang - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Seorang aparatur sipil negara (ASN) di DIY tertipu ratusan juta di sebuah aplikasi online. ASN tersebut berinisial DF yang mengalami kerugian Rp600 juta.
Kuasa hukum DF, Fitrah Bukhari menjelaskan penipuan tersebut terjadi dari 7-28 April 2023 lalu. Modus yang digunakan oleh pelaku, awalnya memasukkan korban ke dalam group Telegram. Di dalamnya telah ada sekitar 20-an orang yang diminta untuk menyelesaikan misi di Tiktok.
“Misi yang dijalankan awalnya cukup ringan, yakni mem-follow dan memberikan klik like kepada beberapa akun yang ditentukan,” terangnya, Minggu (30/4/2023).
BACA JUGA : Penipuan Bermodus Tunggakan Tagihan Telepon
Dari hasil perintah pelaku, jelas Fitrah, korban mendapat koin digital yang dapat ditukar dengan uang. Pelaku meminta korban untuk melakukan top up saldo untuk mencairkan koin yang sudah terkumpul dari hasil komisi yang telah dilakukan.
“Korban diarahkan untuk melakukan top up melalui website yang menyerupai aplikasi Tiktok. Top up tersebut ditransfer ke penerima yang berbeda,” katanya.
Total dana yang sudah ditransfer korban sebanyak Rp600 juta. “Korban percaya karena nominal uang yang ditransfer bertambah terus di akun website yang menyerupai Tiktok tersebut,” ucapnya.
Namun, nahasnya saat korban hendak menarik uang dari website tersebut ke rekening pribadinya tak dapat dilakukan. “Dari website tersebut, kalau mau transfer hasil uang selalu dibuat gagal sehingga diklaim melakukan kesalahan dan dilakukan pembekuan akun korban di website tersebut,” ujarnya.
Untuk mengaktifkan kembali akun korban, menurut Fitrah, korban diminta untuk mentransfer dana sebesar 70% dari nominal koin yang ada di akun. Koin korban saat itu berjumlah sekitar Rp601 juta. Jika ingin menarik koin tersebut, maka korban diminta untuk melakukan aktivasi akun dengan mentransfer uang sebesar Rp372.043.000.
BACA JUGA : Jadi Korban Penipuan Jual Beli Kedelai, Warga Pengasih
Fitrah menyebut korban mendapat uang tersebut dari meminjam teman, orangtua hingga menggadaikan SK pegawai ke pihak bank. Uang tersebut kemudian digunakan untuk melakukan transfer beberapa kali kurun waktu 7-28 April 2023 hingga total Rp600 juta. “Saat ini korban dalam kondisi yang tidak stabil mengingat harus mengembalikan uang yang dipinjamnya,” katanya.
Setelah dilakukan pengecekan, sambung Fitrah, korban penipuan tersebut tak hanya dialami oleh Dana yang berprofesi sebagai ASN di DIY. “Ternyata korban Dana tidak sendiri, diduga korban telah mencapai ratusan orang dengan variasi angka kerugian dari jutaan, hingga ratusan juta rupiah. Beberapa korban sudah melaporkan perkara ini ke aparat kepolisian, namun hingga saat ini belum ditindaklanjuti,” jelasnya.
Fitrah berharap aparat hukum segera bertindak atas penipuan tersebut. “Agar korban tidak tambah banyak, dan korban yang sudah mengalami kerugian dapat dipulihkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang