Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Ilustrasi Covid-19 - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Tren kematian akibat terinfeksi corona di Gunungkidul meningkatkan. Dalam kurun waktu seminggu terakhir tercatat lima pasien dinyatakan meninggal dunia karena terpapar virus ini.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, setelah Lebaran kenaikan kasus tidak hanya terjadi pada warga yang tertular virus corona. Pasalnya, kasus kematian juga ikut meningkat seiring bertambahnya kasus penularan di masyarakat.
Ia mencatat dari 23 April 2023 hingga Senin (1/5/2023) tercatat kasus kematian akibat bertambah lima orang. Total hingga sekarang warga Gunungkidul yang dinyatakan meninggal akibat tertular corona sebanyak 1.235 orang.
“Kasus kematian terbaru terjadi hari ini. Jadi, selama seminggu terakhir ada lima warga yang meninggal dunia karena corona,” kata Dewi kepada wartawan.
Dia menyatakan, untuk kematian warga yang terinfeksi corona ada beberapa penyebab. Selain, pasien memiliki penyakit penyerta atau komorbid, hasil pemeriksaan juga banyak yang belum mendapatkan vaksinasi corona.
Secara umum, warga yang tertular Covid-19 di Gunungkidul hingga sekarang berjumlah 23.554 orang. Adapun yang sembuh sebanyak 22.234 orang sudah dinyatakan sembuh dan kasus aktif atau masih menjalani perawatan sebanyak 85 orang.
“Untuk yang dirawat di rumah sakit ada 17 orang. sedangkan sisanya 68 orang menjalani isolasi mandiri,” katanya.
Dewi menambahkan, kasus corona sudah muncul sejak tiga tahun terakhir. Masyarakat juga paham berkenaan dengan upaya pencegahan penyakit ini.
Oleh karenanya, ia meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan meski Pemerintah Pusat telah mencabut status PPKM dan banyak memberikan kelonggaran aktivitas. “Tentunya kami terus mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Jika belum mendapatkan vaksin lengkap, bisa mendatangi puskesmas terdekat,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyampaikan kesehatan merupakan hal yang penting untuk proses pembangunan serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, ia meminta kepada masyarakat untuk menjaganya sehingga kondisi tubuh tetap fit guna menunjang berbagai aktivitas yang dilakukan.
“Jadi penting menjaga kesehatan. Termasuk mencegah penularan virus corona dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” katanya.
Menurut dia, upaya pemulihan akibat dampak dari corona terus dilakukan. Sunaryanta berharap program ini berjalan dengan lancar sehingga keadaan bisa kembali normal seperti belum pademi.
“Tentunya saya juga berharap kualitas layanan kesehatan juga dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
Borneo FC bermodal kemenangan 2-1 atas PSS Sleman jelang menghadapi PSIM Jogja pada pekan kedelapan Super League di Bantul.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Kemenhut menetapkan PT MAP dan PT GAP sebagai tersangka karhutla. Salah satunya merupakan perusahaan PMA asal Singapura.
KPK merespons kode RAMA dalam kasus Silmy Karim. Dalam dakwaan, disebut ada dugaan setoran Rp40 juta setiap pekan untuk seorang menteri.