Panen Singkong Gunungkidul Capai 22 Ton per Hektare
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Kondisi Rest Area JJLS di Kalurahan Nglindur, Girisubo. Selasa (11/4/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP A Purwanta menilai keberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) mampu mengurai kemacetan di jalur wisata, khususnya di jalan utama Jogja-Wonosari selama libur Lebaran.
Pasalnya arus kepulangan wisata ini bisa teruarai lebih cepat dibandingkan penyelenggaraan di tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Kaca Pecah, Tiga Orang Jadi Korban Penembakan Kantor MUI
“Tahun lalu baru bisa teruarai sekitar pukul 22.00 WIB, tapi Lebaran kali ini pukul 20.30 WIB sudah bisa lancar kepulangan wisatawan di jalan JJLS Jogja-Wonosari,” kata Purwanta kepada wartawan, Selasa (2/5/2023).
Dia menjelaskan, untuk mengantasi penumpukan kendaraan di jalur utama sudah disiapkan skenario sejak awal. Bagi pengunjung yang akan pulang ke Kota Jogja sudah mulai dipecah pada saat keluar kawasan pantai.
Pengendara diarahkan untuk melewati JJLS ke barat menuju wilayah Bantul. Cara ini dinilai efektif sehingga tingkat kepadatan di jalur utama bisa dikurangi sehingga laju kendaraan bisa lebih cepat dan lancar.
Hal yang sama juga terlihat di kawasan wisata pantai karena tidak ada kemacetan atau penumpukan kendaraan. Pasalnya, dengan melalui JJLS menghubungkan ke Tempat Pemungutan Restribusi (TPR) di sejumlah pantai.
“Sebelum JJLS dibuka akses masuk hanya dari pos Baron dan JJLS. Tapi, setelah dibuka banyak alternatif pintu masuk sehingga tidak ada kemacetan kendaraan saat akan masuk ke pantai,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono. Menurut dia, tidak ada penumpukan kendaraan di jalur wisata karena kelancaran arus tidak lepas dibukanya JJLS sehingga akses lebih mudah karena pilihan pintu masuk lebih mudah.
“JJLS sangat membantu dalam memberikan kemudahan akses kunjungan wisatawan di pantai,” katanya.
Dia mengungkapkan, pada saat libur Lebaran mulai 19-30 April menargetkan kunjungan wisata sebanyak 186.000 pengunjung. Jumlah ini diklaim terlampaui karena hingga Ahad (30/4/2023) petang kunjungan mencapai 217.440 orang.
“Melampaui target yang kami canangkan saat persiapan libur Lebaran,” kata Hary.
Kunjungan yang melampaui target juga berdampak terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi masuk kawasan pariwisata. Di saat persiapan liburan, target pendapatan hanya sebesaar Rp1,35 miliar, namun pencapaiannya sebesar Rp1,68 miliar.
“Kami berterimakasih kepada pihak-pihak yang membantu kelancaran pelaksanaan libur Lebaran di JJLS tahun ini,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.