Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi ibu hamil./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Mengacu pada Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, angka kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) di kabupaten Sleman meningkat antara 2021 dan 2022. Tingginya mobilitas warga ditengarai menjadi penyebabnya.
Sub Koordinator Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman, Samsu Eko mejelaskan angka KTD pada 2021 sebanyak 99 kasus dan pada 2022 meningkat menjadi 135 kasus.
Sementara pada kehamilan remaja, angkanya turun sedikit, yakni pada 2021 sebanyak 136 kasus dan 2022 115 kasus. “Itu data dari rekapitulasi seluruh puskesmas,” ujarnya, Selasa (2/4/2023).
Pada kasus KTD, rata-rata ibunya belum menikah atau hamil di luar nikah. Sedangkan untuk kehamilan remaja, biasanya sudah menikah dengan mengajukan kompensasi di Pengadilan Agama. “Trennya untuk KTD meningkat,” katanya.
BACA JUGA: Setahun 40.000 Kehamilan di DIY, Ribuan Bidan Dikerahkan untuk Mendampingi
Adapun penyeybab peningkatan kasus KTD ini menurutnya bisa disebabkan banyak hal. Salah satu yang mempengaruhi seperti banyaknya mahasiswa atau pendatang yang mengekos di Sleman, jika terjadi kehamilan, maka datanya akan masuk di Sleman.
“Saya tidak punya datanya, tetapi yang anak mahasiswa pada ngekos, ada yang numpang lahir di Sleman. susahnya di situ untuk Sleman karena mobilitas warganya tinggi. Anak-anak sekolah tinggal di sini, kuliah, habis itu hilang lagi. Termasuk kenakalan remaja,” katanya.
Fenomena ini juga berbanding lurus dengan kasus HIV/AIDS di Sleman.
Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama, mengungkapkan pada 2022 saja terdapat 171 kasus baru HIV. Jumlah tersebut terbilang cukup tinggi. Pasalnya dalam kurun waktu 1993 sampai tahun 2021, ada sebanyak 1.920 kasus.
Dari 171 kasus baru pada 2022, 15 diantaranya sudah sampai pada stadium berat atau AIDS. “Sebanyak 73 persen berasal dari usia produktif, 15-59 tahun. Faktor penularannya, 80 persen berasal dari perilaku seksual beresiko,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Kapolri Suyudi Ario Seto mengapresiasi kebijakan Bobby Nasution yang melarang ASN di Sumut menggunakan vape untuk mencegah penyalahgunaan narkotika.
DPRD DIY menyiapkan anggaran DED renovasi Stadion Mandala Krida dalam pembahasan APBD 2027. Nilainya menunggu perhitungan teknis.
Kapolri mengungkap kronologi penindakan 1,16 ton ketamin dari kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
Presiden Prabowo Subianto berjanji meningkatkan aliran dana ke kabupaten dan provinsi pada 2027 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.