Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi ibu hamil./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Mengacu pada Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, angka kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) di kabupaten Sleman meningkat antara 2021 dan 2022. Tingginya mobilitas warga ditengarai menjadi penyebabnya.
Sub Koordinator Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman, Samsu Eko mejelaskan angka KTD pada 2021 sebanyak 99 kasus dan pada 2022 meningkat menjadi 135 kasus.
Sementara pada kehamilan remaja, angkanya turun sedikit, yakni pada 2021 sebanyak 136 kasus dan 2022 115 kasus. “Itu data dari rekapitulasi seluruh puskesmas,” ujarnya, Selasa (2/4/2023).
Pada kasus KTD, rata-rata ibunya belum menikah atau hamil di luar nikah. Sedangkan untuk kehamilan remaja, biasanya sudah menikah dengan mengajukan kompensasi di Pengadilan Agama. “Trennya untuk KTD meningkat,” katanya.
BACA JUGA: Setahun 40.000 Kehamilan di DIY, Ribuan Bidan Dikerahkan untuk Mendampingi
Adapun penyeybab peningkatan kasus KTD ini menurutnya bisa disebabkan banyak hal. Salah satu yang mempengaruhi seperti banyaknya mahasiswa atau pendatang yang mengekos di Sleman, jika terjadi kehamilan, maka datanya akan masuk di Sleman.
“Saya tidak punya datanya, tetapi yang anak mahasiswa pada ngekos, ada yang numpang lahir di Sleman. susahnya di situ untuk Sleman karena mobilitas warganya tinggi. Anak-anak sekolah tinggal di sini, kuliah, habis itu hilang lagi. Termasuk kenakalan remaja,” katanya.
Fenomena ini juga berbanding lurus dengan kasus HIV/AIDS di Sleman.
Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama, mengungkapkan pada 2022 saja terdapat 171 kasus baru HIV. Jumlah tersebut terbilang cukup tinggi. Pasalnya dalam kurun waktu 1993 sampai tahun 2021, ada sebanyak 1.920 kasus.
Dari 171 kasus baru pada 2022, 15 diantaranya sudah sampai pada stadium berat atau AIDS. “Sebanyak 73 persen berasal dari usia produktif, 15-59 tahun. Faktor penularannya, 80 persen berasal dari perilaku seksual beresiko,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Gunung Anak Krakatau erupsi enam kali pada Senin pagi hingga siang. Kolom abu mencapai 250 meter dan statusnya masih Level III Siaga.
BMKG Yogyakarta mengimbau nelayan dan wisatawan mewaspadai gelombang tinggi hingga empat meter pada 24-27 Agustus 2026.
Polda Metro Jaya menjelaskan status rekening Supriyono, warga Pati, yang disebut menampung donasi Rp80 juta untuk kebutuhan aksi.
Kemenkop menggelar magang bagi 90 pengurus KDKMP untuk mempelajari model bisnis koperasi pertanian dan serba usaha di pesantren.
Iran mengancam memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika AS melanjutkan perang ekonomi terhadap Teheran.