Kekeringan Gunungkidul, Bantuan Air Bersih Mulai Disalurkan ke Warga
Bantuan air bersih mulai disalurkan kepada warga terdampak kekeringan di Gunungkidul oleh BPBD dan kapanewon di sejumlah kalurahan.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana alam dalam beberapa hari ke depan.
Pasalnya, di awal musim kemarau, masih terjadi hujan disertai angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang maupun tanah longsor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, wilayah Gunungkidul sudah memasuki musim kemarau. Meski demikian, di awal-awal kemarau masih berpeluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi.
BACA JUGA: Kasus Korupsi Stadion Sultan Agung, Tersangka Ditahan Terkait Nota Fiktif
“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG. Adapun prediksinya hujan masih akan turun dalam beberapa hari ke depan,” kata Sumadi kepada wartawan, Jumat (5/5/2023).
Dia menjelaskan, potensi bencana yang harus diwaspadai di antaranya angin kencang, tanah longso hingga banjir. Meski demikian, Sumadi mengakui belum ada laporan terkait dengan musibah atau bencana alam.
“Laporan terakhir jembatan rusak di Ngawen. Setelah itu, belum ada lagi,” katanya.
Untuk antisipasi bencana di awal kemarau, ia meminta masyarakat tetap waspada. Salah satunya dengan memperhatikan cuaca di sekeliling.
Dia mencontohkan, pada saat terjadi hujan deras, warga di daerah rawan-rawan longsor agar lebih berhati-hati dan apabila diperlukan mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. Hal yang sama untuk potensi pohon tumbang, bisa diantisipasi dengan memangkas dahan dan ranting pohoh yang telah rimbun.
“Untuk perkembangan cuaca kami akan terus berkoordinasi dengan BMKG. Adapun hasilnya akan disosialisasikan ke masyarakat melalui relawan maupun kalurahan tangguh bencana yang ada,” katanya.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, untuk menghadapi kemarau yang diprediksi lebih panjang, sudah menyiapkan sejumlah antisipasi. Salah satunya mengalokasikan anggaran penyaluran bantuan air bersih ke masyarakat.
Ia tidak menampik, hingga sekarang masih ada wilayah kapanewon, khususnya di sisi selatan Gunungkidul yang kesulitan mendapatkan air bersih. Oleh karenanya, akan ada bantuan air bersih ke warga yang membutuhkan.
“Anggaran yang disediakan sekitar Rp230 juta untuk penyaluran 1.000 tangki,” katanya.
Purwono menambahkan, bantuan air bersih tidak hanya dilakukan BPBD karena kapanewon juga memiliki anggaran tersendiri. “Tentunya biar tepat sasaran akan ada koordinasi lanjutan. Selain, untuk pemetakan wilayah terdampak kekeringan, juga agar penyaluran bantuan tidak tumpang tindih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantuan air bersih mulai disalurkan kepada warga terdampak kekeringan di Gunungkidul oleh BPBD dan kapanewon di sejumlah kalurahan.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Panduan mudah menyambungkan WiFi ke Smart TV: buka pengaturan, pilih jaringan, masukkan password. Nonton streaming di layar lebar tanpa gangguan.
Yusril Ihza Mahendra menegaskan Perpres 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara tidak boleh dijadikan dasar untuk melakukan persekusi atau diskr
Air rebusan sayur jangan dibuang! Bisa jadi pupuk alami kaya kalsium, zat besi, kalium. Juga bisa basmi gulma jika panas. Simak 3 manfaatnya untuk tanaman.
Kecerdasan emosional, kreativitas, dan kepemimpinan diprediksi menjadi keterampilan paling dicari di era AI. Mengapa kemampuan manusia justru semakin berharga.