Dana Terbatas, Perbaikan Jalan Kawasan Industri Semin Tahun Ini Hanya 230 Meter
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana alam dalam beberapa hari ke depan.
Pasalnya, di awal musim kemarau, masih terjadi hujan disertai angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang maupun tanah longsor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, wilayah Gunungkidul sudah memasuki musim kemarau. Meski demikian, di awal-awal kemarau masih berpeluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi.
BACA JUGA: Kasus Korupsi Stadion Sultan Agung, Tersangka Ditahan Terkait Nota Fiktif
“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG. Adapun prediksinya hujan masih akan turun dalam beberapa hari ke depan,” kata Sumadi kepada wartawan, Jumat (5/5/2023).
Dia menjelaskan, potensi bencana yang harus diwaspadai di antaranya angin kencang, tanah longso hingga banjir. Meski demikian, Sumadi mengakui belum ada laporan terkait dengan musibah atau bencana alam.
“Laporan terakhir jembatan rusak di Ngawen. Setelah itu, belum ada lagi,” katanya.
Untuk antisipasi bencana di awal kemarau, ia meminta masyarakat tetap waspada. Salah satunya dengan memperhatikan cuaca di sekeliling.
Dia mencontohkan, pada saat terjadi hujan deras, warga di daerah rawan-rawan longsor agar lebih berhati-hati dan apabila diperlukan mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. Hal yang sama untuk potensi pohon tumbang, bisa diantisipasi dengan memangkas dahan dan ranting pohoh yang telah rimbun.
“Untuk perkembangan cuaca kami akan terus berkoordinasi dengan BMKG. Adapun hasilnya akan disosialisasikan ke masyarakat melalui relawan maupun kalurahan tangguh bencana yang ada,” katanya.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, untuk menghadapi kemarau yang diprediksi lebih panjang, sudah menyiapkan sejumlah antisipasi. Salah satunya mengalokasikan anggaran penyaluran bantuan air bersih ke masyarakat.
Ia tidak menampik, hingga sekarang masih ada wilayah kapanewon, khususnya di sisi selatan Gunungkidul yang kesulitan mendapatkan air bersih. Oleh karenanya, akan ada bantuan air bersih ke warga yang membutuhkan.
“Anggaran yang disediakan sekitar Rp230 juta untuk penyaluran 1.000 tangki,” katanya.
Purwono menambahkan, bantuan air bersih tidak hanya dilakukan BPBD karena kapanewon juga memiliki anggaran tersendiri. “Tentunya biar tepat sasaran akan ada koordinasi lanjutan. Selain, untuk pemetakan wilayah terdampak kekeringan, juga agar penyaluran bantuan tidak tumpang tindih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
DPC PDIP Kota Jogja menggelar kaderisasi bagi 64 peserta di Kaliurang untuk memperkuat ideologi, disiplin, dan komitmen memperjuangkan rakyat.
Bulog Banyumas menyalurkan 31.904,3 ton beras SPHP sepanjang 2026. Stok beras di gudang mencapai 61.000 ton untuk menjaga stabilitas harga.
Turnamen 9-Ball Rex Biliar di Sleman diikuti 64 peserta dari DIY untuk mengasah kemampuan dan mendukung regenerasi atlet menuju Porda 2027.
Kapolri mengungkap laboratorium sabu seberat 1,2 ton di Pidie, Aceh, diduga dikendalikan ahli kimia dari jaringan internasional. Sebanyak 11 orang ditangkap.
BPS melakukan ubinan palawija di Sleman untuk mengukur produktivitas jagung, kacang-kacangan, dan ubi jalar sebagai dasar penghitungan estimasi produksi pertani