Nenek yang Lapar Dihakimi Massa karena Curi Kue di Pasar Niten, Begini Penjelasan Polres Bantul
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Wakil Ketua DPRD, Huda Tri Yudiana (tengah) saat menerima kelompok Celebral Palsy di DPRD DIY, Minggu (7/5/2023).
Harianjogja.com, JOGJA–Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP) bersama SMA Masa Depan Yogyakarta mendatangi DPRD DIY, Minggu (7/5/2023). Mereka menyampaikan aspirasi sekaligus menuntut persamaan hak tanpa diskriminasi.
Sebelum tiba di gedung DPRD DIY, WKCP menggelar aksi iring-iringan di Jalan Malioboro. Kampanye tersebut bertujuan untuk melawan stigma bagi para pengidap cerebral palsy. Kondisi fisik yang dialami, tidak membatasi mereka untuk menginspirasi.
BACA JUGA: Ada 3.100 Penyandang Disabilitas di Jogja yang Butuh Layanan Inklusif
Dalam aksinya, WKCP juga menunjukkan karya-karya terbaik seperti membuat rangkuman buku. Sebagian peserta ada yang menempuh jenjang perguruan tinggi hingga menjadi dosen.
"Aksi kelompok cerebral palsy patut dicontoh. Mereka berjuang, mereka fight dan menunjukkan bahwa mereka bisa sukses seperti orang lain yang normal,” kata Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana saat ditemui di Gedung DPRD DIY.
Dia mengaku terkesan dengan semangat WKCP dan merasa terhormat saat menerima kedatangannya di DPRD DIY. Para penyandang cerebral palsy ini, katanya, diberi ruang yang lebih luas agar dapat menunjukkan potensi terbaiknya. "Pemda DIY sudah memiliki Perda tentang disabilitas yang kedepan diharapkan realisasinya harus lebih baik,” kata Huda.
BACA JUGA: Penyandang Disabilitas Diajak Keliling Tempat Wisata
Pembimbing SMA Masa Depan Yogyakarta Diana Setiawati mengatakan, aksi tersebut melibatkan para siswa agar mereka juga merasakan persoalan yang dihadapi penyandang disabilitas. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap sesama.
“Murid diajak agar ketika lulus nanti bisa mengambil jurusan yang tidak hanya yang disukai tapi juga dapat menyelesaikan permasalahan di masyarakat,” ujar Diana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.