Skrining Kesehatan Sekolah di Bantul Ungkap Masalah Gigi dan Mental
Dinkes Bantul menemukan banyak pelajar mengalami karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan mental.
Jajaran Polres Bantul saat mengatur arus lalu lintas dalam Operasi Ketupat Progo 2023 yang berlangsung 18 April-1 Mei. Teguran kepada pengendara kendaraan bermotor meningkat tajam pada Operasi itu /Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul menyebutkan teguran kepada pengendara kendaraan bermotor sepanjang Operasi Ketupat Progo 2023 pada 18 April sampai 1 Mei 2023 meningkat tajam. Selama 14 hari operasi itu ada 5.676 kali teguran yang dilakukan petugas.
BACA JUGA: Operasi Ketupat Progo 2023, 25 Laka Lantas, 1 Meninggal Dunia
"Terjadi peningkatan teguran yang cukup signifikan, yakni dari 184 pada tahun 2022 menjadi 5.676 kali di tahun 2023, atau naik 2.984,7% dari tahun sebelumnya," kata Kasatgas V Operasi Ketupat Progo 2023 Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, Senin (8/5/2023).
Menurut Jeffry secara umum situasi Kamtibmas dan arus lalu lintas aman setelah arus balik mudik. Personel yang tergabung dalam operasi ini tidak henti-hentinya melaksanakan kegiatan rutin seperti patroli serta memberikan imbauan Kamtibmas baik pagi, siang dan malam.
“Di akhir Operasi Ketupat kemarin, personel Polres Bantul dan gabungan TNI-Polri serta stakeholder lainnya masih disiagakan demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat baik itu arus mudik, arus liburan dan arus balik lebaran 2023,” jelasnya.
Sementara untuk penindakan tilang, pada operasi tahun 2022 dilakukan sebanyak 123 kali, sementara pada tahun 2023 tidak dilakukan tindakan penilangan.
“Jenis pelanggaran yang paling banyak terjadi adalah pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, berkendara dibawah umur dan berboncengan lebih dari satu,” ucapnya.
Terkait data kecelakaan lalulintas, kata Jeffry, di tahun 2023 terjadi 61 kali atau terjadi penurunan sebanyak 25 kasus dibandingkan di tahun 2022 sebanyak 86 kasus atau turun 29 %.
Terkait kasus kejahatan yang terjadi selama Operasi Ketupat Progo 2023, tercatat 17 kali, atau turun 37 % dibanding pada operasi yang sama pada tahun 2022 dimana terjadi 27 kali.
“Kasus yang paling banyak terjadi adalah kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi pada malam takbir,” ungkap Jeffry.
Jeffry pun mengapreasi masyarakat di Bantul yang telah berpartisipasi aktif pada momen perayaan hari raya Idul Fitri 1444 H/2023 M sehingga dapat berjalan dengan baik.
“Dari data hasil operasi, secara umum situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Bantul pada momen perayaan libur lebaran kali ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul menemukan banyak pelajar mengalami karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan mental.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Kemenkes mengingatkan cara aman menyimpan dan mengolah daging kurban agar terhindar dari bakteri dan penyakit zoonosis saat Iduladha.
Puluhan warga Garongan datangi Kantor Bupati Kulonprogo dan mendesak Lurah Garongan dinonaktifkan terkait dugaan pungli.
Kemenkes menyiapkan tiga langkah untuk memperkuat peran bidan dalam menangani kesehatan mental ibu hamil dan ibu menyusui.