Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Jajaran Polres Bantul saat mengatur arus lalu lintas dalam Operasi Ketupat Progo 2023 yang berlangsung 18 April-1 Mei. Teguran kepada pengendara kendaraan bermotor meningkat tajam pada Operasi itu /Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul menyebutkan teguran kepada pengendara kendaraan bermotor sepanjang Operasi Ketupat Progo 2023 pada 18 April sampai 1 Mei 2023 meningkat tajam. Selama 14 hari operasi itu ada 5.676 kali teguran yang dilakukan petugas.
BACA JUGA: Operasi Ketupat Progo 2023, 25 Laka Lantas, 1 Meninggal Dunia
"Terjadi peningkatan teguran yang cukup signifikan, yakni dari 184 pada tahun 2022 menjadi 5.676 kali di tahun 2023, atau naik 2.984,7% dari tahun sebelumnya," kata Kasatgas V Operasi Ketupat Progo 2023 Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, Senin (8/5/2023).
Menurut Jeffry secara umum situasi Kamtibmas dan arus lalu lintas aman setelah arus balik mudik. Personel yang tergabung dalam operasi ini tidak henti-hentinya melaksanakan kegiatan rutin seperti patroli serta memberikan imbauan Kamtibmas baik pagi, siang dan malam.
“Di akhir Operasi Ketupat kemarin, personel Polres Bantul dan gabungan TNI-Polri serta stakeholder lainnya masih disiagakan demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat baik itu arus mudik, arus liburan dan arus balik lebaran 2023,” jelasnya.
Sementara untuk penindakan tilang, pada operasi tahun 2022 dilakukan sebanyak 123 kali, sementara pada tahun 2023 tidak dilakukan tindakan penilangan.
“Jenis pelanggaran yang paling banyak terjadi adalah pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, berkendara dibawah umur dan berboncengan lebih dari satu,” ucapnya.
Terkait data kecelakaan lalulintas, kata Jeffry, di tahun 2023 terjadi 61 kali atau terjadi penurunan sebanyak 25 kasus dibandingkan di tahun 2022 sebanyak 86 kasus atau turun 29 %.
Terkait kasus kejahatan yang terjadi selama Operasi Ketupat Progo 2023, tercatat 17 kali, atau turun 37 % dibanding pada operasi yang sama pada tahun 2022 dimana terjadi 27 kali.
“Kasus yang paling banyak terjadi adalah kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi pada malam takbir,” ungkap Jeffry.
Jeffry pun mengapreasi masyarakat di Bantul yang telah berpartisipasi aktif pada momen perayaan hari raya Idul Fitri 1444 H/2023 M sehingga dapat berjalan dengan baik.
“Dari data hasil operasi, secara umum situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Bantul pada momen perayaan libur lebaran kali ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.