Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Ilustrasi rumah di lokasi transmigrasi/dok
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul mencatat ada 22 kepala keluarga yang mendaftar program transmigrasi. Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian kuota yang diberikan untuk pemberangkatan.
BACA JUGA: 10 KK Asal Gunungkidul akan Diberangkatkan Transmigrasi
Kepala Seksi Transmigrasi, Dinas Perindustrian Koperasi dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Sukasan mengatakan, hingga sekarang belum ada kuota resmi terkait dengan pemberangakatan transmigrasi di Bumi Handayani. Hanya saja, jumlah pendaftar yang masuk sudah banyak karena hingga Rabu (10/5/2023) 22 keluarga yang berminat.
“Ada berita jika Gunungkidul hanya mendapat jatah pemberangkatan dua keluarga. Tapi, ini belum pasti kebenarannya karena untuk kuota masih menunggu pemberitahuan dari Pemerintah Pusat,” kata Sukasan, Rabu (10/5/2023) siang.
Menurut dia, antusias warga Gunungkidul mengikuti transmigrasi lumayan tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar di setiap tahunnya lebih banyak dibandingkan dengan kuota yang disediakan.
“Kalau nanti pendaftarnya lebih banyak dari kuota maka dilakukan seleksi,” katanya.
Sukasan menjelaskan, seleksi dilakukan dengan melihat secara langsung ke rumah calon transmigran. Selain itu, juga ada proses wawancara untuk mengetahui keseriusan dalam mengikuti program ini.
“Yang dipilih adalah keluarga yang benar-benar serius ingin berangkat. Jangan sampai, setelah sampai disana nanti akan pulang ke Gunungkidul lagi karena merasa tidak betah,” ungkapnya.
Keseriusan mengikuti transmigrasi dibutuhkan karena warga terpilih akan mendapatkan bantuan modal usaha dari Pemkab Gunungkidul sebesar Rp10 juta. Selain itu, juga mendapatkan rumah tempat tinggal dan lahan yang luasannya mencapai satu hektare.
“Nanti di tahun ketiga juga akan diberikan lahan lagi dengan luasan satu hektare,” katanya.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Tauviq Nur Hidayat mengatakan, masih menunggu informasi terkait dengan kuota transmigrasi. Menurut dia, banyak warga tertarik dan sebagai contoh tahun lalu ada 14 kepala keluarga yang diberangkatkan ke lokasi transmigran seperti Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.
“Alasan yang diajukan untuk memperbaiki kehidupan dan penghasilan. Di sana [lokasi transmigrasi] peserta sudah mendapatkan tempat tinggal dan lahan garapan,” kata Tauviq.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.