Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Sejumlah pengunjung melihat pameran foto Kilas Pitulas terkait gempa bumi, di Warung Mie Ayam dan Bakso Dhongso, Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Jumat (26/5/2023)/ist PFI Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN–Memperingati 17 Tahun gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,9 yang mengguncang Jogja dan Jawa Tengah pada 26 Mei 2006, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jogja menggelar pameran foto jurnalistik bertajuk Kilas Pitulas.
Pameran foto ini menampilkan 59 karya dari para pewarta foto lintas generasi dan media tersebut akan berlangsung mulai tanggal 26 Mei hingga 2 Juni 2023 di Warung Mie Ayam dan Bakso Dhongso, Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.
Ketua PFI Jogja, Oka Hamied, mengatakan pameran ini merupakan refleksi sekaligus mengenang peristiwa yang pernah terjadi dan menimpa masyarakat DIY dan Jawa Tengah 17 tahun silam.
“Kilas Pitulas atau Kilas Tujuh Belas, kami jadikan sebagai tema besar dalam menghadirkan kembali kilasan peristiwa gempa 17 tahun lalu yang menelan korban jiwa lebih dari 5.700 orang. Banyaknya karya yang berjumlah 59 foto kami selaraskan dengan kekuatan gempa yang berkekuatan M 5,9," ujarnya, Jumat (26/5/2023).
BACA JUGA: 3 Bidang Tanah Kas Desa Kena Tol Jogja-Solo, Uang Ganti Rugi Rp7,3 Miliar
Sebanyak 59 karya foto yang dipamerkan menggambarkan kehidupan dan pemandangan kehancuran setelah gempa terjadi. Puing-puing bangunan yang roboh, gambaran kesedihan dan kepanikan masyarakat akan menjadi fokus pada pameran ini.
Foto-foto ini juga memberikan gambaran semangat kebangkitan dan ketahanan masyarakat setelah gempa. Mulai dari proses pemulihan, bantuan dan kerja keras masyarakat dalam membangun kembali rumah, sekolah, dan infrastruktur yang rusak. Menunjukkan kekuatan manusia dalam menghadapi tantangan dan mengatasi kesulitan.
Disuguhkan pula foto-foto yang mencerminkan solidaritas dan kebersamaan antara masyarakat DIY-Jawa Tengah dan pihak-pihak lain yang datang untuk memberikan bantuan bahkan dari Internasional
"Kilas Pitulas bertujuan agar pemerintah dan masyarakat dapat lebih peduli akan mitigasi kebencanaan karena gempa yang yang berpusat di Kabupaten Bantul 17 Tahun yang lalu merupakan pelajaran penting bagi seluruh masyarakat," katanya.
Dengan adanya mitigasi kebencanaan yang baik dan benar maka kerusakan dan korban bencana juga dapat diantisipasi. “Tak hanya kejadian 17 tahun di masa lampau, Kilas Pitulas juga menyuguhkan dokumentasi terkini masyarakat yang sadar akan pentingnya mitigasi kebencanaan yang baik,” jelasnya.
Sejumlah catatan sejarah menunjukkan gempa bumi sudah berulangkali terjadi di Jogja. DIY setidaknya pernah dilanda 12 kali gempa bumi yang bersifat destruktif atau merusak. Sebelum tahun 2006, bencana gempa juga terjadi pada tahun 1840 dan 1859 yang diikuti tsunami, lalu tahun 1867, 1875, 1937, 1943, 1957, 1981, 1992, 2001, 2004.
Gempa bumi berkekuatan M 5,9 yang terajdi pada hari Sabtu, 27 Mei 2006 silam menjadi bencana paling mematikan dalam sejarah modern di Jogja dan Jawa Tengah. Ingatan pendek masyarakat menyebabkan banyak bencana yang pernah terjadi dilupakan, sehingga saat kembali berulang, kerusakan dan korban jiwa kembali berjatuhan.
PFI Jogja berharap, di masa depan gempa tak boleh lagi menjadi bencana mematikan. Oleh karena itu pengetahuan tentang gempa atau mitigasi kebencanaan perlu ditingkatkan kembali, terlebih di DIY menjadi daerah yang sangat rawan akan bencana.
“Melalui pameran foto jurnalistik Kilas Pitulas ini kami berharap bisa mengajak masyarakat untuk menjaga kesadaran tentang risiko bencana gempa, merawat memori kolektif akan bencana gempa, dan juga melihat ketangguhan masyarakat saat menghadapi bencana gempa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya lewat dua gol Gustavo Almeida pada pekan ke-33 Super League.
Tabrakan kereta barang dan bus di Bangkok, Thailand, menewaskan delapan orang dan melukai 32 korban di dekat Stasiun Makkasan.