Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Tim juri menilai Satkamling di Padukuhan Watu Langkah, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Selasa (6/6/2023) malam. - ist Pemkab Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Polda DIY menggelar lomba Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) yang diikuti sejumlah Satkamling di wilayah DIY, salah satunya di Padukuhan Watu Langkah, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping.
Binpolmas Polda DIY yang juga Ketua Tim Juri Lomba Satkamling, AKBP Darmawan, mengatakan lomba Satkamling diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-77, yang bertujuan untuk mengapresiasi sekaligus meningkatkan kualitas Satkamling.
Dari perlombaan ini nantinya akan ada satu pemenang yang akan maju menjadi perwakilan tingkat nasional. Ia berharap pemenang dapat menjadi inspirasi dan juga percontohan bagi daerah lain. “Tujuannya kami memberikan semangat, apresiasi, motivasi kepada masyarakat yang aktif untuk mengamankan lingkungannya sendiri,” katanya saat penilaian, Selasa (6/6/2023) malam.
Selain lomba Satkamling, Hari Bhayangkara ke 77 juga disemarakkan berbagai kegiatan lainnya. Di tingkat Polda DIY, juga digelar lomba Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) dan sejumlah kegiatan untuk masyarakat lainnya.
Untuk mendukung kinerja Satkamling, Polri juga akan membentuk polisi RW. Ketugasan polisi RW difokuskan pada lingkup Padukuhan, sehingga pihak kepolisian dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat dalam membantu memecahkan masalah.
BACA JUGA: Inspektorat DIY Mulai Menghitung Kerugian Penyalahgunaan Tanah Kas Desa di 3 Lokasi Ini
Di Sleman ada 1.212 padukuhan, yang masing-masing ditempatkan satu personel. Dengan program ini, masyarakat bisa mengadu langsung lewat polisi RW. “Sehingga untuk permasalahan sosial, perkara ringan, tidak harus dilaporkan ke kantor polisi. Diharapkan bisa diselesaikan di tingkat bawah,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, yang turut hadir dalam penilaian tersebut mengatakan kehadiran Satkamling memiliki peran penting dalam menciptakan ketenangan warga. Sebagai perpanjangan tangan Pemkab, Satkamling dapat menjadi tonggak dalam membantu mencari solusi di tingkat Kalurahan.
“Dengan adanya Satkamling, diharapkan masalah yang ada di lingkup Kalurahan itu dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Sehingga tidak perlu ditunggu sampai menjadi lebih besar atau rumit. Dengan diselesaikan oleh masyarakat itu sendiri, maka akan lebih mudah untuk memahami bagaimana karakter masalah dan solusinya,” katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk memperkuat kerukunan dengan berkolaborasi bersama kelompok jaga warga. Dengan sinergi yang kuat, akan tumbuh kepedulian, rasa saling memiliki, serta semangat untuk melindungi dan menjaga ketertiban lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.