Blue Food Jadi Kunci Ketahanan Pangan Indonesia pada 2050
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Ilustrasi kekurangan hewan kurban sleman./Freepik
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono menerangkan ketersediaan hewan kurban di Sleman belum mencukupi dari jumlah permintaan. Tidak hanya pada jenis hewan kurban sapi, kekurangan hewan kurban ini juga terjadi pada kambing maupun domba.
Dari kebutuhan 9.150 ekor sapi, ketersediaan sapi di Sleman hanya mencakup 3.690 ekor saja. Dengan demikian saat ini Sleman masih kekurangan 5.460 ekor sapi untuk kurban.
BACA JUGA: Siap jadi Calon Walikota Depok, Kaesang Pangarep: Dapat Restu dan Izin dari Keluarga
"Kemudian kambing dari kebutuhan 2500 ekor, tersedia 2118 ekor. Jadi masih kurang 382 ekor. Untuk domba 9700 ekor kebutuhan, ketersediaan 5845 ekor, jadi masih kurang 3855 ekor," terangnya pada Sabtu (10/6/2023).
Suparmono menuturkan hampir setiap Iduladha, Sleman selalu kekurangan hewan kurban karena kebutuhannya yang terus meningkat setiap tahun. Fenomena ini menurut Suparmono terjadi lantaran kondisi ekonomi masyarakat Sleman yang banyak melakukan kurban.
"Karena ekonomi, Sleman ini tambah lama tambah makmur. Jadi kebutuhan hewan kurban itu setiap tahun meningkat," ujarnya.
Tahun lalu saat PMK mewabah, awalnya Suparmono memperkirakan kebutuhan hewan akan menurun. Nyatanya, kebutuhan hewan kurban tetap meningkat, bahkan peningkatannya lebih dari 20 persen tahun-tahun sebelumnya. "Jadi saat ini Idul Kurban yang sekarang pun saya yakin kebutuhannya pasti meningkat," ujarnya.
Suparmono mengatakan upaya peningkatan produksi hewan kurban sejatinya telah dilakukan. Sayangnya kecepatan peningkatan produksi hewan kurban dibanding dengan kecepatan permintaan hewan kurban di Sleman disebutkan Suparmono kalah jauh.
Untuk menutupi kekurangan ini, Sleman harus mendatangkan hewan kurban dari wilayah lain. "Kekurangan ini harus kita datangkan dari daerah lain. Kalau untuk sapi sudah ada beberapa pedagang mengajukan izin untuk mendatangkan sapi dari Bali maupun Jawa Timur," tuturnya.
Dinas telah mengecek kelengkapan berkas izin pendatangan sapi yang diajukan. Suparmono menegaskan proses ini akan dipercepat lantaran kondisi Sleman yang memerlukan tambahan hewan kurban dari luar daerah. "Kami sudah cek kelengkapannya, jadi rekomendasi nanti tetep dari DIY. Kami hanya memberi catatan untuk DIY bahwa pedagang ini sudah menyiapkan kandang pendampingan dan sebagainya, sudah memenuhi syarat dan seterusnya," ungkapnya.
BACA JUGA: BMKG: 9 wilayah di DIY Berstatus Waspada Kekeringan, Cek Lokasinya di Sini
Dengan kondisi kekurangan hewan kurban, Sleman bakal menjadi sasaran masuknya hewan kurban dari luar wilayah. Oleh karenanya, pemeriksaan hewan kurban yang masuk ke wilayah Sleman pun bakal menjadi sorotan.
Selain itu, Suparmono juga bersiap menghadapai kemungkinan pasar tiban hewan kurban. Surat edaran yang mengatur pasar tiban juga tengah disiapkan.
Dalam edaran tersebut para pedagang pasar tiban harus mengantongi surat izin dari lurah setempat. Surat izin dari lurah tersebut disebutkan Suparmono bahkan wajib hukumnya bagi para pedagang pasar tiban hewan kurban.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menuturkan kesadaran masyarakat yang tinggi untuk berkurban, mau tidak mau membuat kebutuhan hewan kurban terus meningkat. Hal itu menurut Danang akan menimbulkan tingginya arus lalu lintas hewan ke Sleman. Oleh karenanya tindakan pengawasan lalu lintas ternak dinilai kudu dilakukan.
"Terutama sapi dan kambing dari luar Sleman. Disinilah peran pemerintah untuk melakukan pengawasan," ujar Danang.
Pengawasan terhadap hewan kurban yang akan masuk ke Sleman bertujuan untuk memastikan kelayakan dan kesehatan hewan yang akan dikurbankan. Dua aspek itu juga menjadi upaya untuk meminimalisir penyebaran PMK di Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.
Cek jadwal terbaru KRL Jogja-Solo hari ini, Rabu 29 Juli 2026. Keberangkatan dari Stasiun Tugu hingga Palur mulai pagi hingga malam.