Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi kampus/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menduduki peringkat ketiga sebagai universitas swasta terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan oleh Scimago Institutions Rankings.
Kategori yang digunakan dalam pemeringkatan tersebut antara lain adalah kualitas publikasi, jumlah kolaborasi internasional, dan inovasi serta penciptaan paten yang berdampak pada sosial dan kemasyarakatan.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) UAJY, Suyoto, menjelaskan lebih dari 100 judul publikasi diajukan dalam kurun waktu 2021-2022. Jumlah tersebut adalah hasil dari proses peningkatan yang terus terjadi sejak 2016 yang dimulai dari 19 judul, kemudian di tahun 2017 menghasilkan 81 judul, dan puncaknya saat pandemi 100 judul.
“Paling dekat, saya berharap bisa 150 judul per tahun karena dalam satu semester sebenarnya dosen boleh mengajukan dua judul. Apalagi UAJY punya dua bentuk publikasi yaitu jurnal dan seminar. Semoga tahun berikutnya minat sivitas akademika semakin naik untuk mau membuat publikasi dan terindeks di jurnal yang bergengsi seperti Scopus misalnya,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (14/6/2023).
LPPM UAJY pun selama ini telah menyediakan wadah bagi civitas academica UAJY, baik bagi dosen maupun mahasiswa untuk berlatih menerbitkan publikasi. Jurnal Atma Inovasi (JAI) merupakan salah satu sarana awal bagi dosen maupun mahasiswa yang ingin berlatih melakukan penelitian dan menulis ilmiah yang kemudian dikemas sebagai sebuah jurnal.
Selain itu, mulai Juni 2023, LPPM UAJY memulai program baru yaitu SENAPAS yang berupa seminar pelatihan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Keberadaan SENAPAS diharapkan semakin memotivasi dosen maupun mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah maupun publikasi.
“LPPM sudah menyediakan tempat, insentif, dana, pelatihan, dan terutama sistem. Jadi, seharusnya tidak ada kesulitan lagi untuk menghasilkan karya ilmiah yang punya manfaat bagi masyarakat dan tentu bisa mengharumkan nama UAJY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.
Sapi Mbah Iran milik peternak Bantul terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo dengan harga Rp90 juta.