Asap Bus Trans Jogja Diprotes Warga, Dishub DIY Akui Armada Sudah Uzur
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Wisatawan Mancanegara - Ilustrasi
Harianjogja.com, JOGJA— Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyampaikan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) khususnya dari Eropa masih akan meningkat beberapa bulan ke depan. Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengatakan puncaknya akan terjadi pada Agustus 2023.
"Jadi kalau bicara high season dari inbound market terutama Eropa, mulai dari Juni, Juli, Agustus nanti pertengahan sampai akhir September. Itu periode yang mereka gunakan," ucapnya, Senin (19/6/2023).
Relaksasi protokol kesehatan menjadi salah satu faktor pendorong. Juga regulasi yang semakin dilonggarkan menambah kenyamanan bagi Wisman.
BACA JUGA : 6,6 Juta Wisatawan Ditargetkan Masuk ke Jogja Tahun Ini
"Bank Indonesia sudah memulai QRIS cross border dengan Malaysia, tentu ini akan menambah kenyaman wisatawan, terutama bagi wisatawan dari Malaysia dalam berbelanja di Jogja dan Indonesia," ucapnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data, Wisman dari Malaysia masih menjadi pasar yang utama. Sebab aksesnya lebih mudah. Penerbangan dari Yogyakarta International Airport (YIA) ke Kuala Lumpur masih terjangkau harganya.
Menurutnya negara-negara di Eropa terkoneksi dengan Abu Dhabi dan Dubai, sehingga punya potensi besar jika pasar ini digarap. Misalnya sesegera mungkin membuat penerbangan Abu Dhabi dan Dubai ke YIA.
"Akan membawa mereka secara directly. Karena itu cukup bisa memotong cost cukup banyak buat biaya perjalanan mereka, dibanding mereka yang harus berulang kali transit, itu high cost buat mereka," jelasnya.
Sensitif Kondisi Politik
Indonesia akan punya hajatan besar pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Bobby berharap agar tahun politik ini bisa berlangsung secara kondusif. Sebab wisata adalah industri yang sensitif, dari sisi keamanan, kenyamanan dan lainnya.
BACA JUGA : 218.000 Wisatawan Kunjungi Jogja, Lama Tinggal Masih
Meski sudah menjelang tahun politik, asal bisa terkendali dan kondusif tidak akan jadi masalah. Justru bisa menunjukkan ini menjadi keanekaragaman Indonesia.
"Ini memang yang industri sedikit worry dengan menuju tahun politik. Harapannya kondisinya kondusif. Kalau kondusif bisa 30-40% dari tahun lalu untuk inbound. Itu harusnya bisa terjadi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Sekjen Gerindra Sugiono mengumpulkan sekjen parpol KIM di Jakarta untuk memperkuat komunikasi politik dan refleksi pemerintahan Prabowo.