PSS Sleman Kalah Dramatis di Final, Rekor Kandang Akhirnya Pecah
PSS Sleman gagal juara usai kalah adu penalti dari Garudayaksa. Rekor kandang pecah, fokus jadi evaluasi utama.
Sekolah, PPDB - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketatnya persaingan siswa terjadi di PPDB SMA jalur zonasi reguler di Sleman. Seluruh kuota zonasi reguler di 17 SMA negeri di Sleman ludes diisi pendaftar.
Di SMAN 1 Minggir misalnya yang berbatasan langsung dengan Kulonprogo. Kuota 132 siswa zonasi reguler di SMAN 1 Minggir telah terisi. Hal serupa terjadi di SMAN 1 Kalasan. Terletak berbatasan dengan Kabupaten Klaten, kuota zonasi reguler sebanyak 174 orang juga habis tak bersisa.
Sementara di Pakem, Kapanewon yang letak wilayahnya dekat dengan Gunung Merapi, juga tak tampak ada kuota yang tersisa. Sebanyak 146 daya tampung disediakan telah terisi oleh para pendaftar dan tak meninggalkan sisa.
Salah satu hal yang patut menjadi sorotan, dari jumlah pendaftar jalur zonasi reguler ialah adanya sejumlah pendaftar yang menggunakan penambahan nilai prestasi untuk mengamankan kursi.
Di SMAN 1 Sleman yang menyiapkan 187 daya tampung zonasi reguler, 11 di antaranya merupakan pendaftar yang mengalami penambahan nilai prestasi.
Di SMAN 1 Depok, 191 daya tampung yang disediakan terisi penuh oleh pendaftar. Dari jumlah tersebut ada 8 pendaftar yang menggunakan penambahan nilai prestasi. Pendaftar dengan penambahan nilai prestasi ini ada di semua sekolah negeri di Sleman. Jumlahnya beragam, paling sedikit satu siswa dan paling banyak 20 siswa.
Selain itu, terpantau ada sejumlah pendaftar dari luar DIY yang ikut memenuhi jalur zonasi reguler. Kebanyakan di antaranya merupakan sekolah yang berbatasan dengan daerah lain.
BACA JUGA: Ujian SIM Dipermasalahkan, Korlantas Akan Studi Banding ke Luar Negeri
Di SMAN 1 Tempel yang berbatasan langsung dengan Magelang, tercatat ada 33 pendaftar yang berasal dari luar DIY. Kuota di sekolah ini juga penuh oleh pendaftar.
Prambanan Juga Penuh
Hal serupa terjadi di SMAN 1 Prambanan. Dari 204 kuota yang terisi penuh, 12 pendaftar berasal dari luar DIY. Sementara di SMAN 1 Ngemplak ada enam siswa dari luar DIY. Selain itu masih ada SMAN 1 Kalasan dan SMAN 1 Cangkringan yang memiliki pendaftar dari luar DIY pada jalur zonasi reguler kali ini.
Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Sleman, Tukiman menerangkan di Sleman kursi-kursi pendaftaran biasanya terisi penuh. Hanya saja, ada beberapa kursi yang kemudian tidak diregistrasi ulang dan menyebabkan slot kosong.
"Kalau tahun lalu itu semuanya penuh, cuma ada yang enggak registrasi ulang kalau tahun yang lalu itu. Sehingga ada yang kosong. Sebetulnya kalau pas pendaftaran semua penuh," jelasnya.
Pada tahun ini, slot kosong PPDB tersebut akan coba diisi kembali lewat tahap pemenuhan daya tampung yang seleksinya juga dilakukan secara daring. "Secara online, jadi terbuka untuk umum," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman gagal juara usai kalah adu penalti dari Garudayaksa. Rekor kandang pecah, fokus jadi evaluasi utama.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.