PAD Wisata Gunungkidul Lampaui Target di Tengah Sorotan Kebocoran
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.
Salah satu proses pembuatan sumur bor yang dilaksanakan di Kalurahan Sampang, Gedangsari. Foto diambil 20 Juni 2023.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kapanewon Gedangsari menjadi salah satu daerah yang mengalami krisis air bersih di Gunungkidul saat kemarau. Meski demikian, permasalahan tersebut mulai bisa teratasi berkat program sumur bor yang digencarkan sejak beberapa tahun lalu.
Keberhasilan pembuatan sumur bor terlihat di Kalurahan Sampang. Pasalnya, sejak dua tahun terakhir warga di kalurahan yang berbatasan Kabupaten Klaten ini tidak lagi membutuhkan droping air.
BACA JUGA: Kemarau Kian Menjadi, Permintaan Dropping Air di Kulonprogo Terus Bertambah
Hal tersebut diungkapkan oleh Lurah Sampang, Suharman. Menurut dia, pembuatan sumur bor mulai dilaksanakan di 2019. Pertama kali diprakarsai oleh Panewu Gedangsari yang saat itu dijabat oleh Martono Imam Santoso lewat gerakan Wakaf Mata Air.
Total hingga sekarang sudah ada 16 titik sumur bor yang tersebar di enam dusun di Kalurahan Sampang. “Hampir setiap tahun ada bantuan sumur bor. Sekarang yang dibangun merupakan bantuan dari Pemerintah DIY,” kata Suharman, Kamis (30/6/2023).
Dia menjelaskan, untuk pembangunan tidak hanya mengandalkan bantuan dari APBD kabupaten melalui Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) atau APBD provinsi. Adapun pelaksanananya juga mendapat bantuan dari program CSR sejumlah perusahaan.
“Malahan CSR yang paling banyak karena sudah terbangun di sepuluh titik,” ungkapnya.
Suharman memastikan dengan program sumur bor ini maka warga di kalurahannya tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih. Pembangunan juga terus dilanjutkan agar kebutuhan bisa terpenuhi secara menyerata.
“Memang saat kemarau ada penurunan debit, makanya pembangunan akan terus dilakukan. Termasuk meminta bantuan ke partai politik sehingga kebutuhan air masyarakat bisa tetap terjamin,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Serut, Sugiyanta. Menurut dia, adanya pembangunan sumur bor di wilayahnya sangat membantu warga mendapatkan air bersih.
“Kemarau terparah terjadi tujuh tahun lalu sehingga banyak meminta bantuan air bersih. Tapi, sekarang sudah bisa dicukupi melalui sumur bor yang kedalamannya mencapai hingga 100 meter,” katanya.
BACA JUGA: Potensi Kekeringan, Masyarakat Sleman Diminta Bijak Gunakan Air
Dia menjelaskan, untuk sumur bor yang terbangun sudah ada di enam titik. Adapun keberadaannya juga sudah bisa dirasakan warga di enam dusun di Kalurahan Serut.
“Memang debit air saat kemarau kurang optimal, tapi kebutuhan warga masih bisa terpenuhi. Untuk pembangunan sumur bor, terus dijalankan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.
Pemkot Jogja belum menerima informasi perubahan pengawasan SPPG setelah BGN memperketat sanksi kasus keracunan MBG dan menetapkannya sebagai kejadian fatal.
Maroon 5 dipastikan kembali konser di Jakarta pada 5 Februari 2027 di JIS. Simak jadwal Asia Tour 2027 dan informasi terbarunya.
Global Finance merilis daftar negara termiskin di dunia 2026. Burundi, Sudan Selatan, hingga Yaman masih bergelut dengan kemiskinan ekstrem.
Dukcapil mengungkap tren nama unik warga Indonesia, mulai dari Naruto, Taylor Swift, hingga nama pahlawan nasional. Nama-nama tradisional juga mulai tergeser ol
Pendapatan retribusi Pantai Parangtritis dan Depok mencapai Rp2,4 miliar pada Juli 2026. Pemkal Parangtritis mengevaluasi layanan dan optimistis target PAD wisa