Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Jogja Koplo Fest resmi batal, Jumat (30/6/2023). Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Konser musik Jogja Koplo Fest resmi dibatalkan oleh penyelenggaranya, Jumat (30/6/2023). Pembatalan tersebut disampaikan di akun resmi Instagram panitia acara itu, @jogjakoplo_fest.
“Mengumumkan bahwasannya event Jogja Koplo Fest Jilid 2 yang diselenggarakan pada tanggal 1 dan 2 Juli resmi kami nyatakan batal. Kegagalan atas semua yang terjadi murni atas kesalahan Juwana Creative, dikarenakan tidak tercapainya penjualan tiket. Pembatalan yang terjadi tidak ada sangkut pautnya dengan event, vendor, keluarga, dan pihak terkait manapun,” tulis akun tersebut, Jumat pagi.
Meski begitu, panitia Jogja Koplo Fest berjanji mengembalikan uang pembelian tiket. “Dengan ini kami beritikad baik untuk mengembalikan semua penjualan tiket/refund,” tulis Jogja Koplo Fest.
Disebutkan pengembalian tiket hanya dapat dilakukan dengan menghubungi kontak Jogja Koplo Fest, yaitu 088215044698. “Diharapkan para pembeli tiket untuk mengisi Form Refund mulai 3 Juli, proses refund akan dimulai 5 Juli,” tulis Jogja Koplo Fest.
Batalnya penyelenggaraan event musik Juwana Creative bukan kali ini terjadi, sebelumnya mereka membatalkan Serasa Nada, Groovyland, dan Suara Berkala.
“Penyelenggaranya ini selalu membatalkan acara H-1 sebelum diselenggarakan, alasanya selalu mirip karena tiket tak terjual, tidak dapat mendatangkan artis, dan semacamnya. Selalu begitu, padahal penjualan tiket ini sudah laku sebenarnya,” kata seorang penonton Suara Berkala, Z, Jumat (30/6/2023).
BACA JUGA: H-1 Jogja Koplo Fest, Stadion Maguwoharjo Tak Beri Izin
Z adalah perwakilan penonton Suara Berkala yang diselenggarakan Juwana Creative. “Kami akan menempuh jalur hukum, kami sudah ada pengacara dan akan melaporkan mereka ke polisi,” tegasnya.
Juwana Creative, menurut Z, sudah melakukan berbagai penipuan. “Kami dijanjikan refund tapi sampai sekarang tak pernah direfund. Ini pelaporan ke polisi bukan hanya dari penonton Suara Berkala tetapi juga Serasa Nada, Grovyland, dan lainnya,” jelasnya.
Sementara itu perwakilan penonton Selaras Nada, Nada, juga akan melaporkan Juwana Creative ke kepolisian. “Kami minta uang kami kembali, kalau tidak biar dihukum kami lapor polisi,” ujarnya.
Proses hukum ditempuh, jelas Nada, agar Juwana Creative jera dan tidak terus mengulangi perbuatannya yang merugikan banyak orang. “Karena sudah empat event di Jogja belum yang di luar Jogja, agar mereka jera dan dihukum secara setimpal,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.