RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ilustrasi gedung sekolah yang rusak/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul mencatat ada 29 bangunan sekolah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 6 di barat daya Bantul yang terjadi pada Jumat (30/6/2023) malam sekitar pukul 19.57 WIB. Puluhan bangunan sekolah tersebut tersebar di sejumlah kapanewon.
Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko mengatakan 29 bangunan sekolah yang rusak tersebut terdiri dari 11 bangunan sekolah taman kanak-kanak (TK), 10 bangunan sekolah dasar (SD), dan delapan bangunan sekolah menengah pertama (SMP).
Bangunan sekolah yang rusak tersebar di 13 kapanewon, yakni kapanewon Bambanglipuro, Banguntapan, Imogiri, Jetis, Kretek, Kasihan, Pandak, Pleret, Pundong, Sewon, Pajangan, Piyungan, dan Dlingo. “Rata-rata kerusakan ringan seperti dinding retak-retak, atap jebol, dan ada juga pagar tembok bermain roboh,” katanya, Selasa (4/7/2023).
BACA JUGA: Dampak Gempa Terkini Mag 6,4 Bantul: Kisah Seorang Nenek Meninggal di Pelukan Suami
Menurutnya data tersebut baru tercatat sampai Senin (3/7/2023) siang, sekitar pukul 14.00 WIB. Sementara proses pendataan masih berlangsung. Pihaknya juga belum bisa menyampaikan terkait dengan kerugiannya.
Meski begitu, dia menegaskan perbaikan sudah dilakukan oleh masing-masing sekolah dengan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang ada di masing-masing sekolah. “Tetapi kami tetap melaporkan ke Tim Reaksi Cepat [TRC] Bantul dan juga kementerian,” katanya.
Sementara Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan update kerusakan akibat gempa bumi sampai Senin (3/7/2023), pukul 16.00 WIB kerusakan terjadi di 105 titik atau lokasi yang sebagian besar adalah bangunan rumah. Kemudian fasilitas pendidikan, tempat usaha, perkantoran, dan jaringan listrik.
Kerusakan tersebar di 31 kalurahan dan 16 kapanewon. Terbanyak ada di kapanewon Sanden 45 lokasi, kemudian disusul Kretek 12 lokasi, Imogiri 10 lokasi. Kemudian kapanewon Srandakan, Pundong, dan Bambanglipuro masing-masing lima lokasi. Kapanewon Jetis empat lokasi, kapanewon Dlingo, Pandak Banguntapan, dan Kasihan masing-masing tiga lokasi.
Selanjutnya Pajangan dan Sewon masing-masing dua lokasi. Sementara kapanewon Bantul, Piyungan, dan Pleret masing-masing satu lokasi. “Total estimasi kerugian mencapai Rp104,3 juta,” katanya.
Dia mengatakan proses pendataan masih terus dilakukan. Pihaknya meminta masyarakat untuk menyampaikan ke BPBD jika rumahnya mengalami kerusakan. Dia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh berita hoaks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Registrasi SIM card baru mulai 1 Juli 2026 wajib menggunakan verifikasi biometrik wajah sesuai Permen Komdigi Nomor 7 Tahun 2026.
Institut Kemandirian Dompet Dhuafa memperluas peluang kerja hingga Jepang melalui pelatihan vokasi, kemitraan industri, dan sertifikasi kompetensi.
DJP menetapkan pemungutan pajak marketplace mulai 1 Agustus 2026. Berlaku bagi seller beromzet di atas Rp500 juta per tahun.
Kemenkes menyebut putusan MK yang menolak uji materi UU Kesehatan memperkuat dasar hukum penanganan KLB dan wabah di Indonesia.
Kemenhut mencatat 12,3 juta hektare lahan kritis di Indonesia membutuhkan rehabilitasi di tengah ancaman El Nino dan meningkatnya risiko karhutla.