Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Jalan Malioboro, Jogja. - Harian Jogja/Maya Herawati
Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah kunjungan wisata di Jogja sudah mencapai lebih dari dua juta pada pertengahan 2023 ini, jumlah tersebut sudah melampaui target yang dicanangkan untuk setahun penuh. Target yang sudah terlampaui itu direspons Pemkot Jogja dengan mengubah arah pengembangan pariwisata jadi wisata premium.
Selain karena target yang sudah terlampaui, Pemkot Jogja juga menilai wisata masal memiliki beban biaya lingkungan yang tinggi. Sehingga, arah pengembangan wisata premium diambil agar menekan biaya lingkungan tak terlalu tinggi karena padatnya wisatawan tapi juga dapat menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) yang maksimal.
“Luas daerah Jogja ini tak begitu luas, wisatawan sekarang sudah padat. Dilihat saat akhir pekan yang macet di Jogja, dan produksi sampah dari wisatawan yang banyak juga maka kami arahkan ke wisata premium di mana yang dikejar bukan jumlah wisatawan tapi belanja wisata, waktu lama tinggal, dan retribusi PAD agar lebih maksimal,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Jogja, Wahyu Hendratmoko, Rabu (12/7/2023).
BACA JUGA: Selama Semester I, Kementerian Prabowo Paling Boros Pakai Dana APBN
Wahyu menyebut pengmbangan wisata premium sudah dimulai dengan menggenjot kawasan Kotabaru. “Pengembangan wisata premium ini sudah dimulai dengan Kotabaru sebagai awalannya, nanti akan dikembangkan ke kawasan lain,” katanya.
Pengembangan kawasan wisata premium di Jogja, jelas Wahyu, akan diarahkan di kawasan Kotabaru, Pakualaman, dan Kotagede. “Tiga kawasan ini secara bertahap akan terus kami kembangkan karena memiliki nilai cagar budaya yang potensial menunjang wisata premium,” katanya.
Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), lanjut Wahyu, sudah dilakukan untuk pengembangan wisata premium di tiga kawasan cagar budaya tersebut. “Target kami PAD terus bertambah lewat wisata premium ini, kajian potensi PAD yang ditargetkan tengah disusun karena penarikan retribusi wisata selama ini juga lintas sektor,” ujarnya.
Semakin besar PAD yang didapat dari sektor pariwisata, menurut Wahyu, akan semakin sejahtera masyarakat Jogja. “Tentu pengembangan wisata premium ini tujuan utamanya agar dari sektor pariwisata dapat terus menyejahterakan masyarakat Jogja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.