Dana Terbatas, Perbaikan Jalan Kawasan Industri Semin Tahun Ini Hanya 230 Meter
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Gejala Antraks - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul masih menunggu hasil pengetesan suspek antraks di Dusun Semuluh Lor (sebelumnya hanya tertulis Semuluh), Ngeposari, Semanu. Total warga yang diambil sampel darah untuk pengecekan sebanyak 22 orang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul, Sidig Hery Sukoco mengatakan dugaan kasus antraks di Dusun Semuluh Lor bermula adanya praktik brandu seekor kambing milik warga. Pada awalnya, terdapat dua warga yang mengalami luka kulit mirip antraks.
Temuan ini ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel darah untuk kepastian penyebab penyakit yang menyerang dua warga. Namun, untuk antisipasi, pengetesan melibatkan lebih banyak warga karena total ada 22 orang yang dites. “Awalnya hanya dua, tetapi setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan totalnya ada 22 orang yang diperiksa,” kata Sidig, Rabu (19/7/2023).
BACA JUGA: Dua Warga Suspek Antraks di Semanu Diketahui Sempat Menyembelih Kambing
Dia menjelaskan, pemeriksaan terhadap 20 warga lainnya dilakukan karena ikut mengonsumsi daging kambing yang dibrandu. Meski demikian, Sidig mengakui hingga sekarang masih menunggu kepastian tentang penyeberan penyakit antraks di wilayah tersebut. “Hasil tesnya belum keluar,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, masih menunggu hasil tes antraks di suspek antraks di Dusun Semuluh Lor. Meski demikian, upaya pemeriksaan kesehatan terhadap dua warga suspek antraks terus dilakukan.
Menurut dia, kondisi warga sudah berangsur-angsur sembuh dikarenakan luka kulit yang dialami mulai mengering. Dewi berharap kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan tetap menjalankan kehidupan bersih dan sehat serta rajin berolahraga. “Pastikan makanan yang dikonsumsi benar-benar sehat dan tidak terkontaminasi penyakit,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, usai mendapatkan laporan dari dinas kesehatan, langsung menerjunkan petugas guna pemeriksaan. Untuk kepastian, juga sudah mengambil sampel tanah di sekitar lokasi kedua warga.
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan petugas, kedua warga yang menjadi suspek antraks, melakukan aktivitas penyembelihan kambing dan mengkonsumsi dagingnya. Retno memastikan kambing yang disembelih masih dalam keadaan hidup. “Untuk kasus di Semuluh Lor belum ada dan sekarang baru dugaan. Untuk kepastian masih menunggu hasil tes, hingga sekarang juga belum ada laporan ternak mati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Singapura menyebut pengurangan ekspor gas Indonesia kurang dari 2% kebutuhan harian dan menyiapkan pasokan LNG serta cadangan bahan bakar.
Kemenkes membantah narasi Menkes Budi Gunadi Sadikin sesak napas saat memakai tabung oksigen di Palangka Raya dan menjelaskan tujuan kunjungannya.
Serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Sanaa, Yaman, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 14 lainnya.
BNPB memantau karhutla di Way Kambas yang berdampak pada 7.000 hektare lahan. Pemadaman terkendala gambut, angin, dan keterbatasan air.
Survei IPO dua tahun Kabinet Merah Putih menempatkan Bahlil Lahadalia sebagai menteri paling diingat publik dengan angka top of mind 37,5%.