Libur MBG Picu Harga Telur dan Ayam di Gunungkidul Turun
Harga telur, ayam potong, cabai, dan sejumlah kebutuhan pokok di Gunungkidul turun selama program MBG libur. Pedagang menyebut permintaan pasar ikut berkurang.
Gejala Antraks - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul masih menunggu hasil pengetesan suspek antraks di Dusun Semuluh Lor (sebelumnya hanya tertulis Semuluh), Ngeposari, Semanu. Total warga yang diambil sampel darah untuk pengecekan sebanyak 22 orang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul, Sidig Hery Sukoco mengatakan dugaan kasus antraks di Dusun Semuluh Lor bermula adanya praktik brandu seekor kambing milik warga. Pada awalnya, terdapat dua warga yang mengalami luka kulit mirip antraks.
Temuan ini ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel darah untuk kepastian penyebab penyakit yang menyerang dua warga. Namun, untuk antisipasi, pengetesan melibatkan lebih banyak warga karena total ada 22 orang yang dites. “Awalnya hanya dua, tetapi setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan totalnya ada 22 orang yang diperiksa,” kata Sidig, Rabu (19/7/2023).
BACA JUGA: Dua Warga Suspek Antraks di Semanu Diketahui Sempat Menyembelih Kambing
Dia menjelaskan, pemeriksaan terhadap 20 warga lainnya dilakukan karena ikut mengonsumsi daging kambing yang dibrandu. Meski demikian, Sidig mengakui hingga sekarang masih menunggu kepastian tentang penyeberan penyakit antraks di wilayah tersebut. “Hasil tesnya belum keluar,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, masih menunggu hasil tes antraks di suspek antraks di Dusun Semuluh Lor. Meski demikian, upaya pemeriksaan kesehatan terhadap dua warga suspek antraks terus dilakukan.
Menurut dia, kondisi warga sudah berangsur-angsur sembuh dikarenakan luka kulit yang dialami mulai mengering. Dewi berharap kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan tetap menjalankan kehidupan bersih dan sehat serta rajin berolahraga. “Pastikan makanan yang dikonsumsi benar-benar sehat dan tidak terkontaminasi penyakit,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, usai mendapatkan laporan dari dinas kesehatan, langsung menerjunkan petugas guna pemeriksaan. Untuk kepastian, juga sudah mengambil sampel tanah di sekitar lokasi kedua warga.
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan petugas, kedua warga yang menjadi suspek antraks, melakukan aktivitas penyembelihan kambing dan mengkonsumsi dagingnya. Retno memastikan kambing yang disembelih masih dalam keadaan hidup. “Untuk kasus di Semuluh Lor belum ada dan sekarang baru dugaan. Untuk kepastian masih menunggu hasil tes, hingga sekarang juga belum ada laporan ternak mati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga telur, ayam potong, cabai, dan sejumlah kebutuhan pokok di Gunungkidul turun selama program MBG libur. Pedagang menyebut permintaan pasar ikut berkurang.
Seks saat haid disebut aman dari kehamilan, faktanya tidak selalu benar. Simak penjelasan medis tentang ovulasi dini dan risiko yang mengintai.
Konten Instagram tak muncul di Explore? Simak penyebab reach turun, tanda pembatasan distribusi, dan penjelasan resmi Meta.
Jayden Adams, gelandang Timnas Afrika Selatan, meninggal dunia pada usia 25 tahun. Menteri Olahraga Gayton McKenzie ungkap duka. Simak profil dan kariernya.
Mobil jarang dipakai karena BBM mahal? Waspada aki tekor, ban keras, hingga rem berkarat. Simak tips perawatan agar mobil tetap sehat di garasi.
Jaminton Campaz terima ancaman pembunuhan usai Kolombia tersingkir dari Piala Dunia 2026. Federasi kecam keras dan minta kejaksaan usut tuntas kasus ini.