Muhammadiyah Buka Toko Oleh-Oleh Jogja, Bidik Wisatawan Persyarikatan
Suara Muhammadiyah membuka Toko Oleh-Oleh 1915 di Jogja untuk memasarkan produk UMKM warga persyarikatan dan masyarakat lokal.
Foto ilustrasi pelaksanaan sidang. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Dua Terdakwa pelaku pembunuhan pengusaha Jogja Morgan Onggowijaya mendapatkan vonis berbeda. Terdkawa GK divonis 20 tahun penjara, sedangkan RO 18 tahun penjara oleh PN Jogja.
Hukuman GK lebih berat karena dinilai berbelit-belit, selain itu sebagai perencana dan pelaku utama pembunuhan dengan jeratan pidana primair Pasal 340 jo 55 KUHP. ayat (1) ke-1 KUHP. Adapun RO sebagai cucu kandung korban dinilai membantu atau sengaja memberi bantuan pada waktu pembunuhan dilakukan dengan dijerat Pasal 340 jo 56 ayat (1) KUHP.
Ketua Majelis Hakim Gabriel Siallagan dalam membacakan putusan mengatakan kedua terdakwa terbukti melakukan perencanaan pembunuhan pada korban. GK terbukti menjerat dengan tali dari belakang hingga korban tewas dan RO turut membantu dengan memegang korban.
BACA JUGA : Babak Akhir Sidang Kasus Pembunuhan Pengusaha
Kuasa Hukum RO, Iwan Kuswardi mengatakan di satu sisi ia mengapresiasi hakim yang menerima pledooi sehingga RO dikenakan pasal membantu sebagaimana pasal 56 ayat 1 KUHP, bukan pasal penyertaan (Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP). Namun ia tak sependapat dengan hukuman 18 tahun penjara, alasannya ketentuan Pasal 56 ayat 1 KUHP tidak dapat dipisahkan dgn Pasal 57 ayat 1 KUHP yaitu maksimum pidana pokok dikurangi sepertiga bagi pelaku yang membantu.
“Selain Pasal 57 KUHP ayat 2 jika kejahatan diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, dijatuhkan pidana penjara paling lama 15 tahun. Putusan 18 tahun penjara terhadap terdakwa RO jelas tidak tepat karena hakim melampaui batas kewenangannya dan ini yang menjadi salah satu alasan kami untuk mengajukan banding,” katanya, Jumat (21/7/2023).
Ia menilai hakim tidak mempertimbangkan permohonan maaf yang telah dilakukan RO pada keluarga korban dalam hal ini kakenya sendiri. Di sisi lain keluarga terdakwa GK belum pernah minta maaf atas kasus tersebut. “Dan ini menyakitkan hati keluarga korban," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suara Muhammadiyah membuka Toko Oleh-Oleh 1915 di Jogja untuk memasarkan produk UMKM warga persyarikatan dan masyarakat lokal.
Bayi laki-laki berusia sekitar satu minggu ditemukan dalam kardus di Klitikan Pasar Sleman. Polisi kini mencari keberadaan orang tuanya.
"Kolaborasi Strategis Kadin dan Pegadaian untuk MengEMASkan Indonesia."
Baznas, Danantara, Kemenkop, dan MES meneken MoU penguatan ekosistem zakat, koperasi syariah, pemberdayaan ekonomi, dan program sosial.
Prabowo menyebut porsi hasil pengemudi ojol naik dari 80% menjadi 92%. Sejumlah pengemudi dilaporkan penghasilannya naik hingga 3 kali lipat.
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.