86 Desa di Sleman Dapat Rp100 Juta untuk Perbaikan Jalan
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Air Terjun Kembang Soka Kulonprogo. - Ist/Dinpar Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Nilai investasi pada triwulan kedua tahun 2023 di Kabupaten Kulonprogo hanya mencapai Rp47 miliar. Jumlah tersebut menurun drastis dari triwulan pertama tahun yang sama.
Bidang Pengawasan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kulonprogo, Cahyono mengatakan, penyebab penurunan nilai atau realisasi investasi pada triwulan kedua tahun 2023 karena proyek investasi yang ada di Kulonprogo telah masuk tahap operasional.
BACA JUGA: Waduh, Nilai Investasi Triwulan Kedua 2023 di Kulonprogo Anjlok
“Triwulan pertama, realisasi kami kan Rp122 miliar. Jadi triwulan kedua ini memang menurun. Penurunan di triwulan kedua ini karena proyek-proyek investasi yang ada di Kulonprogo sudah mulai operasional sehingga investasinya mulai menurun. Maksud saya pembiayaan untuk konstruksi sudah selesai. Nah, untuk meningkatkan realisasi investasi, seharusnya ada investasi besar baru yang masuk ke Kulonprogo,” Kata Cahyono dihubungi, Selasa (25/7/2023).
Cahyono juga menegaskan bahwa IPRO menjadi salah satu jawaban untuk meningkatkan gairah investasi di Kulonprogo.
Sebelumnya, Bea Cukai Yogyakarta juga meminta Pemerintah Kabupaten Kulonprogo untuk memaksimalkan potensi Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) untuk mendongkrak pertumbuhan investasi di Kulonprogo.
Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai VI, Turanto Sih Wardoyo memberikan saran Pemkab Kulonprogo dapat memulai dengan pemetaan komoditas ekspor bernilai tinggi yang dapat dikirim atau ekspor melalui YIA.
Pemetaan tersebut berkelindan dengan upaya menarik investor yang mampu memproduksi barang bernilai tinggi. Dengan lalu lintas investasi yang tinggi melalui YIA maka nilai investasi di Kulonprogo akan naik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
Buruh harian di Sleman nekat mencuri TV dan water heater dari kos. Pelaku kabur usai tak bayar sewa.
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.