Garudayaksa FC Juara Pegadaian Championship, Ini Kata Pelatih Widodo
Garudayaksa FC keluar sebagai juara Pegadaian Championship 2025/2026 setelah mengalahkan PSS Sleman di partai final.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Kampanye politik lewat baliho dinilai akan menambah sampah visual maupun produksi sampah. Politisi dirasa perlu menempuh cara lebih edukatif dan pendekatan dialog dengan masyarakat.
Dosen Sosiologi UGM, Arie Sujito menilai penggunaan baliho dalam kampanye pemilu sering kali tidak berguna. Malahan, keberadaan baliho hanya menjadi sampah visual, juga menciptakan sampah baru.
"Itu sampah visual, kita ini Jogja sudah banyak sampah. Ini nanti kalau sampah visual tambah ribut. Demokrasi jangan dikotori oleh baliho-baliho yang seringkali enggak berguna," tuturnya pada Senin (31/7/2023).
BACA JUGA: Duh! 95 Ton Sampah Jogja Masih Belum Punya Solusi
Dosen yang memiliki minat kajian sosiologi politik hingga kajian gerakan sosial tersebut juga berpandangan, pemasangan baliho menjadi potret ketidakberanian politisi untuk bertemu dengan rakyat. "Orang yang hanya menghadirkan baliho, dia sebetulnya enggak percaya diri, karena enggak mau berani ketemu rakyat," ungkapnya.
Padahal menurut Arie politisi harus berani bertemu rakyatnya. Perkara banyaknya rakyat yang harus ditemui, itu menjadi tugas tim sukses untuk meramu kampanye yang lebih jitu. "Harusnya dia harus berani ketemu rakyat, cuma masalahnya bagaimana jumlah yang banyak itu artinya tim sukses pun harus membuat kampanye yang lebih oke," ujar dia.
Di sisi lain Arie juga menyoroti pelaksanaan kampanye yang harusnya lebih mengutamakan diskusi atau dialog dengan warga. Tidak perlu digelar secara urakan. "Termasuk kampanye kampanye itu enggak pelu lah urakan yang selama ini ada. Sekarang harus lebih edukatif, lebih dialog, mendatangi ke masyarakat. Enggak perlu banyak masang baliho-baliho itu, kalau pun itu ya [masang baliho] tapi sebetulnya itu enggak penting," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Garudayaksa FC keluar sebagai juara Pegadaian Championship 2025/2026 setelah mengalahkan PSS Sleman di partai final.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.