Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 14 Mei 2026, Cek Jam Terbaru
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU DIY ini mengangkat tema Sinergi Pesantren dan Perguruan Tinggi NU. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan kiai dan nyai yang juga pengasuh pondok pesantren di DIY berkumpul di Kampus Terpadu UNU Jogja, di Banyuraden, Gamping, Sleman Jumat (4/8/2023). Agenda yang digelar bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU DIY ini mengangkat tema Sinergi Pesantren dan Perguruan Tinggi NU. Pondok pesantren di DIY dan UNU Jogja berkomitmen untuk saling mendukung dalam memajukan NU dan melahirkan kader profesional dari kalangan nahdliyin.
Rektor UNU Jogja Widya Priyahita mengatakan kampusnya berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap Pendidikan pesantren. Salah satunya dengan memberikan 250 beasiswa kepada santri ponpes. Bentuknya berupa biaya masuk hingga pembayaran SPP bagi santri dari keluarga kurang mampu namun memiliki komitmen belajar yang kuat.
BACA JUGA : Wakil Presiden Ma'ruf Amin Kunjungi KH Malik Madani di Sleman
“Kami berusaha untuk memfasilitasi santri pondok pesantren, jangan sampai santri tidak bisa kuliah karena keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu kami menyediakan beasiswa” katanya.
Pemberian beasiswa itu juga sekaligus untuk memaksimalkan Upaya mencetak kader NU yang profesional berbagai bidang. Mengingat selama ini belum digarap secara maksimal, terutama bidang teknologi informasi, kesehatan dan keuangan.
“Kami berkomitmen sinergi dengan dunia pesantren itu seiring dengan berbagai capaian kami dalam mengembangkan pendidikan. Salah satunya rencana pendirian School of Future Studies bersama Uni Emirat Arab (UEA) yang membantu pembangunan gedung baru di samping kampus terpadu,” katanya.
Ketua RMI PBNU KH Hodri Arief menilai kolaborasi antara pesantren dengan perguruan tinggi NU memak menjadi kewajiban dalam Upaya mencetak kader yang profesional. Hal ini sejalan dengan gagasan Ketua UMUM PBNU saat ini bahwa kader NU harus professional di berbagai bidang. Harapan ini bertolak dari kondisi minimnya kalangan santri yang siap terjun ke bidang teknokratik.
Ia mengungkap pada era Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sempat kesulitan mencari menteri dari kalangan santri. “Jadi gagasan Gus Ketum [PBNU] harus disambut para santri dan kader NU. Santri harus memberi warna positif ke bangsa dan negara dalam jangka panjang. Apalagi saat ini keislaman NU makin dikenal secara global dan menjadi rujukan keislaman dunia,” katanya.
BACA JUGA : 9 Santri Ponpes di Jogja Ini Peroleh Beasiswa Studi di Universitas Terkemuka Dunia
Oleh karena itu ia mendorong agar pengasuh pondok pesantren maupun wali santri dapat mengarahkan para santri untuk mewujudkan gagasan NU merawat jagat dan membangun peradaban melalui kemampuan pendidikan yang mumpuni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.