Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi Hotel - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman akan menggelar pelatihan pengolahan sampah untuk kalangan hotel dan restoran. Kegiatan ini sebagai respons kondisi darurat sampah di DIY saat ini.
Ketua PHRI Sleman, Joko Paromo, menjelaskan pelatihan pengolahan sampah tersebut akan dilaksanakan pada Senin (7/8/2023). “Hotel dan restoran akan melakukan pelatihan tentang bagaimana mengelola sampah sampai endingnya seperti apa,” ujarnya, Minggu (6/8/2023).
Ia memastikan akan ada trainer yang akan mengedukasi para pelaku usaha hotel dan restoran dalam mengolah sampah. Hal ini merupakan langkah jangka panjang dalam merespons ditutupnya TPA Piyungan dengan mengurangi sampah yang dibuang.
Selama TPA Piyungan ditutup, hotel dan restoran di Sleman masih mengelola sampahnya secara mandiri. “Ada yang kerja sama dengan pihak lain, tapi yang sampah basahnya [organik] disendirikan, sampah kering disendirikan dan didaur ulang sesuai porsinya masing-masing,” katanya.
Baca juga: Panji Gumilang Jadi Tersangka Penistaan Agama, Haedar Nashir Ikut Berkomentar
Adapula hotel dan restoran yang bekerja sama dengan peternak atau pengusaha semacamnya. Dalam hal ini, sampah organik dari hotel dan restoran akan diambil oleh pihak tersebut untuk diberikan pada hewan ternak sebagai pakan.
Penutupan TPA Piyungan yang cukup lama membuat para pengusaha hotel dan restoran memberi perhatian khusus pada persoalan sampah. “Agar tidak hanya ditumpuk, tapi dikelola, dibuat pupuk atau apa,” paparnya.
Ia menyambut baik langkah Pemkab Sleman yang sudah menyediakan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di Tamanmartani yang akan segera beroperasi. Dengan begitu sisa sampah yang belum bisa diolah bisa diangkut ke TPSS tersebut.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Epiphana Kristiyani, mengatakan sampah yang diangkut ke TPSS nantinya diprioritaskan rumah sakit, hotel, rumah makan dan perkantoran, serta sampah rumah tangga yang telah dijadwalkan. “Yang akan kami titipkan di sana itu adalah sampah yang tidak bisa dikelola sendiri karena jumlahnya yang sangat banyak. Contohnya sampah domestik dari rumah sakit, kemudian hotel, rumah makan, karena di Sleman banyak sekali. Perkantoran juga,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.