30 Ban Pengaman Jalur Wediombo Terbakar, Warga Cari Pengganti
Sebanyak 30 ban pengaman di jalur ekstrem menuju Pantai Wediombo, Gunungkidul, terbakar. Warga mengumpulkan ban pengganti untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Pnemonia - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk mewapadai naiknya kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) saat musim kemarau. Hingga Juni tahun ini, mereka mencatat sudah ada 455 warga terkena penyakit yang berkaitan dengan pernapasan ini.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Bidang P2P Dinkes Gunungkidul, Yuyun Ika Pratiwi mengatakan kasus ISPA setiap tahunnya cenderung fluktuatif. Sebagai gambaran tahun lalu ada 859 warga yang terjangkit.
Adapun tahun ini, hingga akhir Juni sudah ada 455 yang menderita ISPA di Gunungkidul. Penyebarannya harus diwaspadai karena bisa menyerang siapa saja. “Memang kasusnya naik turun. Jadi, penyebarannya harus diwaspadai,” katanya, Selasa (8/8/2023).
BACA JUGA: Musim Kemarau, Waspada Penyakit Ispa sampai Iritasi Mata
Menurut dia, pencegahan dapat dilakukan dengan terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta makan-makanan yang bergizi. Selain itu, rajin berolahraga guna meningkatkan daya tahan tubuh. “Kalau tubuhnya fit, maka tidak mudah terserang penyakit,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan ISPA merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di masyarakat. Meski tidak mengenal musim, namun ada potensi kenaikan kasus pada saat kemarau. “Makanya harus diwaspadai agar terhindar dari penyakit,” katanya.
Menurut dia, potensi serangan yang mungkin meningkat saat kemarau, salah satunya dikarenakan paparan debu. Adanya embusan angin kencang maka bisa menjadi media didalam penyebaran. “Ciri-ciri awal dengan timbulnya gejala batuk-batu. Kalau sudah timbul gejala, ada baiknya segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat,” katanya.
Meski sudah ada kasus, namun Dewi menilai kasus ISPA di Gunungkidul belum mencapai tingkat esktrem karena kasusnya masih relatif terkendali. “Apapun itu tetap harus hati-hati dan waspada sehingga terhindar dari paparan penyakit. Untuk pencegahan, kami terus menyosialisasikan hidup bersih dan sehat di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 ban pengaman di jalur ekstrem menuju Pantai Wediombo, Gunungkidul, terbakar. Warga mengumpulkan ban pengganti untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Pemerintah menunda kewajiban sertifikasi halal UMKM hingga 2028 karena banyak pelaku usaha belum memenuhi target dan terkendala administrasi.
Rute Trans Jogja ke Gunungkidul belum terealisasi meski dikaji sejak 2025. Warga berharap layanan ini mengurangi kepadatan Jalan Jogja-Wonosari.
Jogja Expo 2026 membuka peluang UMKM DIY memasuki rantai pasok haji dan umrah. Kerja sama awal yang terbentuk mencapai sekitar Rp1 miliar.
Simak cara cek status penerima BPNT Rp600.000, syarat kepesertaan, penyebab bantuan belum masuk rekening, dan langkah penarikan tunai.