Bang Bang, Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus dan Beragam Benefit bagi Nasabah
BRI Junio berkolaborasi dengan Mobile Legends: Bang Bang menghadirkan kartu debit edisi khusus, cashback, dan berbagai benefit untuk nasabah hingga Desember 202
Kekeringan - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan Bantul mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dan memproteksi diri dari kemungkinan terserang penyakit di musim kemarau saat ini.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widiyantara menyampaikan terkait dengan musim kemarau kaitannya adalah musim kering yang tentunya banyak debu beterbangan. Debu beterbangan itu berpotensi mengenai mata sehingga dapat menyebabkan mata iritasi.
Selain mata, dengan banyaknya debu juga erat kaitannya dengan saluran pernapasan, seperti flu, batuk, influenza atau infesksi saluran pernapasan bisa terjadi.
Tidak hanya itu, namun dengan banyaknya debu juga berpotensi mengganggu saluran pencernaan, diare, muntaber bisa terjadi ketika debu yang yang terkontaminasi bakteri masuk ke dalam makanan yang dikonsumsi.
“Tentu kita harus mengingatkan kewaspadaan yang berhubungan penyakit-penyakit tersebut. Bagaimana upaya misalnya menggunakan masker ketika berada di tempat cukup banyak debu. Masker tidak hanya digunakan saat Covid-19 tapi juga sat ini di tempat tempat banyak debu bisa menyaring debu yang mengandung kuman-kuman. Selain itu bisa menggunakan kaca mata untuk melindungi mata,” katanya, saat dihubungi Rabu (19/7/2023).
Kendati demikian Agus belum melihat adanya lonjakan kasus penyakit di musim kemarau tersebut. Sejauh ini diakuinya pasien yang menderita penyakit-penyakit tersebut masih dalam batas normal seperti bulan-bulan biasa.
Agus menilai musim kemarau saat ini juga terkadang berubah-ubah karena terkadang masih ada hujan meskipun intensitasnya relatif kecil. Kondisi tersebut juga rawan terhadap penyakit.
Karena itu ia meminta masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang berigizi seperti sayuran, buah-buahan, dan vitamin.
Lebih lanjut Agus mengatakan pada musim kemarau ini potensi kekurangan air bersih juga tinggi khususnya di wilayah-wilayah tertentu. Ia berharap masyarakat tetap memanfaatkan sumber air bersih untuk memasak dan mengkonsumsinya. Tidak sembarang air dikonsumsi karena rawan menimbulkan penyakit.
Ia menyarankan masyarakat yang kekurangan air bersih untuk meminta suplai air bersih dari instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Palang Merah Indonesia (PMI).
“Jangan memanfaatkan air dari telaga untuk mengkonsumsi karena rawan tercemar bakteri. Karena kalau air tidak layak konsumsi khawatir ada kuman mungkin bisa menyebabkan gangguan pencernaan, bisa diare karena tercemar bakteri yang bisa juga menyebabkan penyakit tipes,” katanya.
Pihaknya melalui puskesmas di tiap kapanewon di Kabupaten Bantul, terus berupaya untuk menggalakkan gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas, kesehatan lingkungan, dan pengawasan kualitas air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BRI Junio berkolaborasi dengan Mobile Legends: Bang Bang menghadirkan kartu debit edisi khusus, cashback, dan berbagai benefit untuk nasabah hingga Desember 202
Inter Milan mengalahkan Fiorentina 2-1 lewat gol Marcus Thuram dan Piotr Zielinski pada injury time. Nerazzurri menjaga posisi di puncak klasemen.
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil September 2026 dengan 4.840 unit. Simak daftar 20 mobil terlaris di Indonesia.
Atlet selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal saat Porprov Jateng 2026 di Semarang. Panitia masih menelusuri kronologi kejadian.
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Pemerintah menunda kewajiban sertifikasi halal UMKM hingga 2028 karena banyak pelaku usaha belum memenuhi target dan terkendala administrasi.