BPS: Data Ekonomi 2016 Tak Lagi Cukup untuk Kondisi 2026
BPS menyebut Sensus Ekonomi 2026 penting untuk memperbarui data ekonomi, termasuk memetakan kondisi UMKM di tengah pertumbuhan bisnis digital.
PPDB Online - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Presiden Joko Widodo menyebut mempertimbangkan rencana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi dihapus. Kepala Dewan Pendidikan DIY, Prof Sutrisna Wibawa menilai sistem PPDB zonasi berhasil mewujudkan pemerataan pendidikan di DIY.
Dengan sistem PPDB zonasi menurut Prof Sutrisna anak-anak dengan latar belakang nilai akademis yang berbeda dapat menyatu dalam satu sekolah, dengan begitu diharapkan siswa satu dengan yang lain dapat saling termotivasi.
“Karena tujuan PPDB zonasi kan pemerataan pendidikan dan sekarang sudah mulai terasa hasilnya anak-anak tidak terkelompok di satu sekolah sehingga yang pintar itu merata karena yang pintar bisa berdampak pada teman-temannya di satu kelas akan termotivasi,” katanya, Jumat (12/8/2023).
Sutrisna mengatakan jika siswa mengelompok di satu kelas, tidak ada yang dinamis di sekolah-sekolah lain “Sehingga jangan lalu kok terus diputus [rencana dihapus PPDB zonasi], saya kira ini gegabah,” katanya.
BACA JUGA: PPDB Zonasi Dihapus, Disdikpora DIY Minta Dipertimbangkan Kembali
Terkait dengan rencana PPDB zonasi dihapus, menurut Prof Sutrisna, sistem PPDB DIY dengan menerapkan sistem zonasi ditambah Asesmen Standardisasi Pemerintah Daerah (ASPD) pula dirasa sudah tepat. Dia pun menilai sistem tersebut dapat diterapkan daerah lainnya.
Karena itu, Prof. Sutrisna berharap pemerintah dapat mengkaji kembali rencana PPDB zonasi dihapus. Menurutnya berbagai kecurangan yang terjadi dalam sistem PPDB zonasi seperti titip KK pun diharapkan dapat teratasi dengan adanya kebijakan yang mengatur hal tersebut.
“Saya kira hal-hal ini yang ditertibkan [titip KK yang menyebabkan munculnya rencana PPDB zonasi dihapus]. jangan kebijakannya yang dihilangkan karena sesuatu yang baru belum tentu bisa mengatasi yang ini [pemerataan pendidikan],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPS menyebut Sensus Ekonomi 2026 penting untuk memperbarui data ekonomi, termasuk memetakan kondisi UMKM di tengah pertumbuhan bisnis digital.
Indonesia dan Afrika Selatan memperkuat kerja sama budaya melalui pelestarian warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari dan rencana Cultural House di Cape Town.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 9 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 9 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Harga emas Pegadaian hari ini, Minggu 9 Agustus 2026. Cek harga jual dan buyback emas Antam, Galeri 24, serta UBS lengkap.
GIIAS 2026 diprediksi mencatat pengunjung lebih banyak dari tahun lalu. Pameran menghadirkan lebih dari 65 merek dan 37 kendaraan baru.