Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—Pengamatan sepekan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menunjukkan aktivitas erupsi Gunung Merapi masih intens. Tercatat dalam periode 11-17 Agustus 2023, Gunung Merapi melontarkan 244 guguran lava.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan guguran lava teramati sebanyak 244 kali ke arah selatan hingga barat. “Dengan rincian 34 kali ke hulu Kali Boyong sejauh maksimal 1.600 meter, 207 kali ke hulu Kali Bebeng sejauh maksimal 2.000 meter, dan tiga kali ke hulu Kali Senowo sejauh maksimal 1.400 meter,” ujarnya, Sabtu (19/8/2023).
Di samping itu, suara guguran terdengar 32 kali dari pos Babadan dengan intensitas kecil hingga sedang. Asap berwarna putih dengan ketebalan tipis hingga tebal, tekanan lemah hingga sedang dan tinggi 250 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada Selasa (15/8/2023).
Baca juga: Deretan Negara yang Tidak Punya Hari Kemerdekaan
Morfologi kubah barat daya mengalami perubahan akibat aktivitas pertumbuhan dan guguran lava, sedangkan untuk kubah tengah tidak teramati perubahan yang signifikan. “Berdasarkan analisis foto udara pada 10 Agustus 2023, volume kubah barat daya terukur sebesar 2.764.300 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.369.800 meter kubik,” kata dia.
Aktivitas kegempaan juga masih cukup tinggi. Dalam sepekan tercatat 115 kali gempa Vulkanik Dangkal, 508 kali gempa Fase Banyak, 10 kali gempa Frekuensi Rendah, 751 kali gempa Guguran dan 11 kali gempa Tektonik. Intensitas kegempaan ini lebih tinggi daripada pekan sebelumnya.
Dengan tingkat aktivitas ini, status Gunung Merapi masih Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.