Uji Coba Kelok 23 Selesai, Jalan Kretek-Girijati Ditutup Sementara
Uji coba Kelok 23 selesai. Jalan Kretek-Girijati ditutup sementara untuk penyelesaian Lot 17A dan evaluasi keselamatan lalu lintas.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jogja memadamkan api di lahan kosong di Jl. Bridjen Katamso beberapa waktu lalu./Dok-Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja menyatakan tidak ada lagi alasan bagi warga untuk melakukan aktivitas bakar sampah seiring ditutupnya TPA Piyungan sampai dengan September mendatang. Warga didorong untuk mengolah dan memilah sampah sesuai dengan petunjuk yang ditetapkan di lingkungan rumah tangga masing-masing.
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo mengatakan ada berbagai metode pengolahan sampah yang bisa ditetapkan warga di lingkungan rumah tangga agar tidak pusing memikirkan upaya pembuangan dan kemudian memilih untuk membakar. Metode pengolahan bipori salah satunya yang mulai disebarkan ke sejumlah wilayah.
Di sisi lain, pihaknya juga mengajak para perangkat wilayah terkait untuk terus mengedukasi warga agar tidak melakukan pembakaran sampah. Selain itu forum bank sampah yang tersebar di level kelurahan dan kampung juga diajak untuk menyosialisasikan kepada warga soal cara pengolahan sampah yang cocok digunakan.
"Kami pesankan lewat forum bank sampah supaya masyarakat tidak bakar, karena bisa dipilah dan diolah. Kami juga siap untuk menampung sampah residu. Jadi tidak ada alasan lain lagi untuk membakar," katanya, Senin (21/8/2023).
BACA JUGA: Warga Bantul Jual Jenglot Rp17 Juta, Sebut Bisa Datangkan Uang Gaib
Catatan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja total ada sebanyak tujuh insiden kebakaran yang dipicu dari aktivitas warga membakar sampah di wilayahnya. Itu terjadi selama kurun waktu penutupan TPA Piyungan belum lama ini. Selain berpotensi merembet ke pemukiman warga, asap yang muncul juga mengganggu kualitas lingkungan.
"Total sudah ada tujuh lokasi pembakaran yang tersebar dan tiga kejadian kebakaran karena tidak diawasi. Terakhir di lapangan kenari," kata Kepala Satpol PP Jogja, Octo Noor Arafat.
Octo menjelaskan bahwa, dalam mencegah insiden kebakaran pihaknya menerjunkan para personel untuk mengawasi. Ada petugas BKO Kemantren yang selalu berkoordinasi dengan perangkat pemerintahan dalam melakukan antisipasi. Kepada warga yang kedapatan membakar sampah disebut bisa dijerat dengan tindak pidana ringan.
"Untuk kejadian pertama kami sifatnya akan teguran dulu kemudian kedua dan ketiga bisa ditindak sesuai dengan aturan yang ada," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Uji coba Kelok 23 selesai. Jalan Kretek-Girijati ditutup sementara untuk penyelesaian Lot 17A dan evaluasi keselamatan lalu lintas.
UNS Surakarta juara Campus League Badminton 2026 setelah menaklukkan BINUS dalam drama tiga set. UNS juga meraih gelar ganda putra.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Sakit gigi berulang dan gigi berlubang dalam bisa menjadi tanda kerusakan. Kenali kapan Perawatan Saluran Akar atau PSA diperlukan.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun. Simak profil, perjalanan seni, Guruh Gipsy, hingga kiprahnya di dunia politik.