Nasabah Bersaldo Jumbo di DIY Bertambah
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Selang empat hari pasca-meninggalnya seorang remaja asal Krapyak Wetan, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, akibat tenggelam di Sungai Oya, tepatnya di kawasan wisata Selopamioro Park, Kalurahan Selopamioro, Imogiri, peristiwa serupa kembali terjadi siang tadi, Selasa (29/8/2023).
Kali ini, korbannya adalah RAS, 17, pelajar MAN 2 Bantul, warga Canden, Kapanewon Jetis.
Kasiops SAR DIY Distrik Bantul, Bondan Supriyanto mengatakan kejadian itu berawal ketika korban bersama 25 orang temannya berwisata di kompleks Selopamioro Park, Dusun Jetis, Kalurahan Selopamioro, Selasa, sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban bersama tiga orang kawannya kemudian berenang di Sungai Oya, tepatnya di sisi Selatan bawah jembatan Selopamioro Park.
Saat asyik berenang itulah, kemudian korban yang sempat menyelam ke dalam air, tak juga muncul ke permukaan. Lantaran panik, kawan-kawan korban kemudian memanggil-manggil korban.
"Selang sekitar lima menit kemudian, korban ditemukan mengapung di bawah jembatan Selopamioro Park, tepatnya di sisi Utara. Lalu kawan-kawan korban langsung berenang menolong korban dan membawanya ke tepian," kata Bondan, Selasa malam.
BACA JUGA: Remaja Sewon Meninggal Dunia Tenggelam di Sungai Oya, Sempat Melambaikan Tangan Minta Tolong
Dari hasil asesmen dan diagnosa Puskesmas Imogiri II serta Tim Inafis Polres Bantul yang datang ke lokasi kejadian, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Menurut Bondan, kejadian yang menimpa RAS tersebut bukan yang kali pertama. Sebelumnya, Sabtu (26/8/2023) lalu, DAS, remaja asal Krapyak Wetan juga meninggal dunia karena tenggelam di titik yang tak jauh dari lokasi tenggelamnya RAS.
Saat Harianjogja.com melakukan penelusuran soal riwayat kejadian laka sungai di wilayah tersebut, ternyata kejadian serupa juga pernah terjadi pada Januari 2022. Ketika itu, Satria Adi Saputra, 18, warga Padukuhan Sawahan, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, juga meninggal dunia saat berenang.
Dari hasil asesmen yang dilakukan Tim SAR, kata Bondan, di lokasi itu diduga terdapat sebuah palung sungai yang memicu terjadi pusaran air di dasar sungai. Dengan kondisi itu, jelas sangat berbahaya jika ada wisatawan yang berenang di titik tersebut.
"Wong anggota kami saja dulu juga pernah ada yang nyaris tenggelam karena terseret arus pusaran di situ. Jadi kalau menurut kami, penyebabnya diduga adalah palung itu. Jadi bukan karena tempat itu angker atau apapun itu. Semoga pihak-pihak terkait bisa segera menyosialisasikan akan hal ini kepada semua wisatawan agar berhati-hati saat berenang di Sungai Oya," kata Bondan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.