Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Foto ilustrasi perkebunan. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Budidaya mangga lokal di Gunungkidul tidak berjalan dengan baik. Jenis mangga malam yang ditanam ini kalah bersaing dengan varietas lainnya.
Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Adinoto mengatakan, budidaya mangga malam sudah dikembangkan sejak 2007 lalu. Adapun lokasinya tersentra di Kalurahan Hargomulyo, Gedangsari.
“Jadi budidaya sudah berlangsung lama. bahkan pohonnya ada yang berusia lebih dari 30 tahun,” kata Adinoto kepada Harianjogja.com, Kamis (31/8/2023).
Total ada sekitar 1.500 pohon yang dibudidayakan. Meski demikian, ia mengakui keberadaan mangga malam Gunungkidul tidak berjalan dengan baik. Mangga jenis ini kalah bersaing dengan varietas impor seperti pokcoy dari Thailand.
Baca juga: Heboh Kabut Selimuti Kawasan Sleman Pagi Ini, Ini Penjelasan BMKG
Selain itu, juga kalah peminat dengan mangga jenis lainnya seperti manalagi, mangga madu hingga arum manis. “Untuk saat ini sedang berbunga. Tapi, peminatnya tidak banyak karena kalah dengan mangga jenis lainnya,” katanya.
Adinoto menambahkan, dari sisi produksi, satu pohon bisa menghasilkan 90-100 buah mangga malam. Sedangkan dari harga, juga terhitung sangat murah karena dipatok Rp5.000 per kilonya.
“Sudah murah tapi tidak terserap semuanya di pasaran. Mungkin kalah manis dengan mangga lainnya sehingga proses budidaya tidak berjalan dengan baik,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengakui, keberadaan budidaya mangga malam di Kapanewon Gedangsari sempat disinggung anggota DPRD dalam pembahasan Raperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Gunungkidul 2023-2043. Menurutnya, perlu ada evaluasi berkaitan dengan sentra agroindustri mangga malam ini karena tanamannya sudah banyak berkurang.
“Varietas mangga malam sudah relatif punah,” katanya.
Meski demikian, untuk kebijakan yang diambil akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Dinas Pertanian dan Pangan, selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang menangani masalah pertanian, termasuk perkebunan dan tanaman hortikultura. “Kami berterimakasih atas masukan berkaitan dengan budidaya agro industri ini,” katanya.
Terpisah, Lurah Watugajah, Hariyanto saat dikonfirmasi berkaitan dengan budidaya mangga malam di wilayahnya belum bisa memberikan keterangan. Saat coba dihubungi atau dikirimi pesan singkat yang bersangkutan belum memberikan jawaban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Serikat PRT dan sejumlah organisasi sipil mendesak penegakan hukum kasus dugaan keracunan MBG di Jogja dan meminta kasus diusut tuntas.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.